Perusahaan yang Relokasi Pabrik ke RI Siap Groundbreaking

EKONOMI- 20 Juli 2020 | 06:23:04 WIB | Dubaca : 199
Perusahaan yang Relokasi Pabrik ke RI Siap Groundbreaking

Pada 30 Juni 2020 Joko Widodo mengumumkan adanya tujuh perusahaan yang memastikan relokasi investasi ke Indonesia. Satu dari tujuh perusahaan tersebut akan melakukan groundbreaking pekan depan.

Juru Bicara BKPM Tina Talisa menyampaikan bahwa di masa pandemi COVID-19, BKPM menerapkan strategi-strategi untuk tetap memastikan jalannya kegiatan investasi. Salah satunya mengawal eksekusi relokasi investasi dari tujuh perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA).

"Minggu depan ini setelah Presiden mengumumkan soal relokasi investasi di tanggal 30 Juni, sudah mulai ada perusahaan yang groundbreaking," ujar Tina dalam acara talkshow yang diselenggarakan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, Jumat (17/7/2020).

Tina menjelaskan bahwa groundbreaking yang akan dilakukan pekan depan menunjukkan kerja keras BKPM untuk menarik investor dan mengawal investasinya.

"Jadi kita berusaha bahwa mengawal ini nggak sekadar sampai izinnya, tapi kita kawal terus sampai mulai tahap konstruksi, dan nanti selanjutnya tahap produksi," kata Tina.

BKPM berupaya menjaga iklim investasi agar mampu menciptakan lapangan kerja, terutama di masa pandemi yang memberikan dampak kepada pertumbuhan ekonomi.

"Kita itu kan pertumbuhan ekonomi masih didukung mayoritas oleh sektor konsumsi. Orang bisa belanja kalau punya pendapatan. Orang punya pendapatan kalau kerja. Nah, tugas investasi adalah menciptakan lapangan kerja itu," kata Tina.

Rencana investasi tujuh perusahaan yang memastikan merelokasi usahanya di tahap pertama ini diperkirakan mencapai US$ 850 juta atau setara Rp 11,9 triliun dengan lokasi tujuan investasi di Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, DKI Jakarta dan Sumatera Utara.

Jumlah tenaga kerja yang dapat terserap diprediksi hingga 35.000 orang. Selain itu, BKPM telah memetakan 17 perusahaan yang dalam proses penjajakan untuk merelokasi investasi dan 119 perusahaan yang potensial.

Dari data realisasi investasi Triwulan I (periode Januari - Maret) Tahun 2020 tercatat total investasi mencapai Rp 210,7 triliun, naik 8% dibanding periode yang sama tahun 2019, yaitu sebesar Rp 195,1 triliun. Nilai investasi selama Triwulan I Tahun 2020 untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 112,7 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 98 triliun. Selama periode Triwulan I Tahun 2020, terserap sebanyak 303.085 tenaga kerja. (tw)