Jak Lingko dan Janji Transportasi Murah yang Ditawarkan Gubernur DKI Jakarta Anies untuk Warganya

OTOMOTIVE- 05 Juli 2020 | 08:46:10 WIB | Dubaca : 205
Jak Lingko dan Janji Transportasi Murah yang Ditawarkan Gubernur DKI Jakarta Anies untuk Warganya

Konsep utama Jak Lingko yang dahulu pernah dijanjikan Anies Baswedan ketika berkampanye saat Pilkada DKI Jakarta, kini mulai tampak realisasinya.

Mimpi penerapan satu tarif perjalanan untuk berbagai macam angkutan dalam Jak Lingko atau yang dahulu bernama OK-Otrip, kini telah tertuang dalam perjanjian kerja sama oleh PT MRT Jakarta, PT Transportasi Jakarta, PT LRT Jakarta (Jakpro Group), dan PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ).

Sebelumnya, konsep integrasi tiket dan tarif, apalagi satu harga berdasarkan jarak, tampak mustahil dibuat, karena berbagai moda transportasi memiliki pengelola tersendiri. Belum lagi transportasi milik BUMN seperti kereta api jarak jauh, maupun KRL commuter line.

Oleh sebab itu, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkap bahwa,"integrasi tiket dan tarif merupakan puncak integrasi, lebih sulit daripada integrasi fisik dan rute yang selama ini terus berkembang," di Jakarta.

itu menjadi puncak sistem integrasi yang ada di Indonesia. Karena bila ini sudah, maka warga tinggal membawa satu passcode.

"Baik itu bentuknya HP, kartu, atau medium digital apapun ke depan," jelas Anies, Selasa (30/6/2020).

Realisasi janji politik terkait tarif transportasi satu harga ini dianggap sebagai ikhtiar keadilan sosial, kesejahteraan rakyat, dan kenyamanan untuk masyarakat pengguna transportasi publik.

"Keadilan sosial untuk Jakarta itu apa? Ini terasa sekali. Penduduk Jakarta biaya hidupnya cukup tinggi dan salah satu komponen besarnya adalah biaya transportasi. Ketika biaya transportasi bisa turun sampai 8 persen dari pengeluaran, masyarakat bisa hemat lebih banyak, maka kemandiriannya lebih tinggi," jelasnya.

Anies, menargetkan langkah ini bisa terwujud teknisnya pada Juli 2021, mampu beriringan dengan kebijakan pembangunan integrasi fisik di beberapa stasiun, dan mengembalikan lagi persentase warga pengguna transportasi massal mencapai 75 persen atau lebih besar daripada pengguna kendaraan pribadi.

"Potret besarnya adalah bagaimana penduduk kota terbesar di sisi selatan dunia bisa memiliki tabungan yang banyak dan hidupnya lebih sejahtera, karena transportasinya murah dan terintegrasi. Jadi saya rasa upaya ini punya misi yang lebih besar daripada kelihatannya," tutupnya.

Ini baru pemimpin yang memperhatikan warganya dan amanah dalam menjalankan tugasnya. (utw)