Sandiaga Uno Komentari Kemarahan Jokowi ke Para Menteri

NASIONAL- 01 Juli 2020 | 06:16:19 WIB | Dubaca : 153
Sandiaga Uno Komentari Kemarahan Jokowi ke Para Menteri

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menanggapi kemarahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi kepada para menterinya. Sandi pun menilai performa kinerja birokrasi pemerintahan Jokowi di masa pandemi ini dan seharusnya presiden berkaca pada banyaknya pernyataan yang dikemukakan ke publik yang tidak sesuai dari kenyataan dilapangan.

"Birokrasi pemerintah membuat program pemulihan ekonomi nasional ini berjalan sangat pelan, dan saya lihat ada banyak ruang perbaikan," kata Sandiaga Uno dalam acara Indonesia Economic Forum di Jakarta, seperti dimuat dalam siaran pers pada Senin, 29 Juni 2020.

Sandi juga menanggapi kekecewaan Jokowi lantaran kementerian teknis masih sekedar doing business as usual. "Tidak sigap dalam mengeksekusi program itu,” kata Sandi.

Adapun kekesalan Jokowi ini muncul dalam sidang kabinet pada 18 Juni 2020. Jokowi kesal karena masih ada menteri yang menganggap situasi saat ini normal sehingga kebijakan yang dihasilkan masih biasa-biasa saja. "Apa-apaan ini," kata Jokowi dalam Sidang Kabinet Paripurna, Kamis, 18 Juni 2020.

Di sisi lain, Sandi menyebut dunia usaha sudah terpukul oleh Covid-19, terutama pelaku UMKM. Dalam krisis ekonomi tahun 1998 dan 2008 dimana UKM dan rumah tangga masih tetap mampu menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

Akan tetapi, kata dia, krisis ekonomi tahun ini meluluhlantakkan UMKM sejak tahap-tahap awal pandemi. Pertumbuhan penjualan hampir tidak terjadi atau 0 persen.

Kondisi ini terjadi saat UMKM masih menjadi sektor penyumbang tenaga kerja terbesar, sekitar 98 persen. Walhasil, banyak pekerja terpaksa terkena PHK. Menurut Sandiaga Uno, angkanya ditaksir mencapai 10-15 juta pekerja, termasuk sektor informal.

Survei Katadata Insight Center (KIC) terhadap 206 pemilik dan pengelola UMKM di Jabodetabek pada 8-15 Juni 2020 menyebutkan hanya 5,9 persen saja UMKM yang memperoleh dampak positif dalam bentuk kenaikan omzet akibat Covid-19.

Sisanya yaitu 11,2 persen merasa tidak mengalami dampak apapun dari pandemi ini. Sehingga, mayoritas dari responden yaitu 82,9 persen merasakan dampak negatif dari Covid-19, seperti penurunan omzet hingga kondisi usaha yang kian memburuk. (utw)