Sukses Turunkan Penularan Corona di DKI Jakarta, Kepala Daerah Lain Tiru Langkah Gubernur Anies

TOKOH- 30 Mei 2020 | 06:37:00 WIB | Dubaca : 181
Sukses Turunkan Penularan Corona di DKI Jakarta, Kepala Daerah Lain Tiru Langkah Gubernur Anies

Sukses Turunkan Penularan Corona di DKI Jakarta, Kepala Daerah Berbondong-bondong Tiru Langkah Gubernur Ibukota RI Anies Baswedan.

Jurus Anies dalam memerangi wabah Corona alias Covid-19 memang luar biasa. Ia adalah Kepala daerah dengan inisiatif dan kinerja terbaik, terutama dalam mengantisipasi dan menanggulangi dampak pandemi.

Sejak Januari 2020 dirinya sudah memberikan sosialiasi tentang adanya bahaya virus Pneumonia Wuhan yang sekarang dikenal sebagai Covid-19.

Semua publikasi sejak dini itu bisa dicek melalui sosial media DKI, Dinas Kesehatan DKI, hingga BUMD milik DKI, semua serempak mendukung instruksi Gubernur Anies agar menyampaikan kewaspadaan pada masyarakat.

Cara Anies Baswedan menghadapi virus ini membuat pemimpin daerah lain meniru jejaknya. Bahkan banyak dari mereka juga meminta bantuan pada Anies untuk memberikan pertolongan. Seperti yang dilakukan Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna pada 2 April 2020. Pihaknya meminta kepada sang Gubernur membantu memberikan alat rapid test.

Hasilnya Kota Depok mendapatkan bantuan sekitar 2400 unit alat rapid test yang kemudian akan didistribusikan ke puskesmas.

"Maka dalam rangka kemanusiaan enggak ada salahnya kita membangun komunikasi dengan Gubernur DKI Jakarta. Dan alhamdulillah direspon," ungkapnya.

Komunikasi tersebut bermula saat dirinya mendapatkan aduan bahwa Puskesmas Cilodong saat ini tengah kehabisan alat tersebut.

“Saya sempat telepon langsung ke Puskesmas Cilodong. Katanya kosong. Makanya saya coba mengirim pesan ke Pak Anies, siapa tahu ada. Malah beliau langsung telepon saya. Ternyata ada (stok alat rapid test),” cerita Pradi.

Bahkan dalam menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Walikota Bekasi Rahmat Effendi juga meminta bantuan sosial dari DKI. Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga meminta Pemerintah Bekasi meniru penanganan atau kebijakan yang diterapkan Jakarta terkait virus corona(Covid-19).

"Jadi buat Bekasi kebijakan di Jakarta di-copy karena situasi persis, kota padat dan statik jumlah PDP dan ODP tertinggi," kata dia dalam siaran langsung saat mengunjungi Stadion Patriot, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (22/3).

Akhirnya PSBB DKI yang diterapkan Anies sejak 10 April 2020 diikuti oleh daerah lainnya seperti Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi, Bogor, Depok, bahkan Surabaya dan Makassar.

Keberhasilan Anies dalam menangani wabah Corona mendapatkan pengakuan dari Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Letnan Jenderal TNI Doni Monardo.

"DKI perkembangan terakhir positif mengalami perlambatan sangat pesat dan sekarang sudah flat dan kita berdoa tidak terjadi lagi kasus positif terjadi," ujar Doni dalam keterangan pers (27/4) lalu.

Penurunan jumlah penderita positif Corona di DKI tidak membuat Gubernur Anies lengah. Dengan menerapkan standar protokol kesehatan yang ketat, Ia menerapkan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM) bagi para pemudik yang ingin kembali ke Jakarta.

Ketegasan Anies ini semata-mata untuk menekan tingkat penularan, supaya tidak terjadi transmisi dari mobilitas warga sebelum dan pasca Hari Raya Idul Fitri 1441 H, ke dan dan dari Jakarta.

Hal ini juga diakui oleh Presiden Jokowi, bahwa penerapan SIKM oleh Gubernur DKI sangatlah tepat, sehingga rasio penularan corona (RO) bisa landai.

"Saya melihat data tadi pagi tren untuk RO atau RT DKI Jakarta sudah di bawah 1," ujar Jokowi saat memimpin rapat terbatas melalui video conference, Rabu (27/5).

RO adalah indeks penularan virus corona. Jika RO kurang dari satu, maka rata-rata orang yang terinfeksi akan menularkan kurang dari 1 orang. Sebaliknya, apabila RO di atas satu maka masih ada penyebaran virus corona.

Ketegasan Anies ini akhirnya juga ditiru kembali oleh Kepala Daerah lainnya. Seperti yang terjadi di Balik Papan, Kalimantan Timur.

Walikota Rizal Effendi mengatakan bahwa dari dua kasus baru, satu diantaranya bukan warga Balik Papan melainkan pendatang yang tiba untuk bekerja.

"Rapid Test reaktif, kemudian lanjut swab ternyata hasilnya juga positif," ujarnya.

Belajar dari kasus ini, Walikota dua periode ini semakin mantap untuk menerapkan syarat yang sama seperti di daerah wilayah kekuasaan Anies Baswedan, DKI Jakarta.

"Gugus tugas akan memberlakukan seperti DKI, bagi yang bekerja di sini tidak lagi rapid tapi wajib swab, agar datang ke sini benar-benar aman," tuturnya.

Dari ketegasan Anies Baswedan menanggulangi wabah Corona di Jakarta dengan standar penerapan yang ketat dan konsisten, seluruh wilayah di Indonesia memang semestinya bisa cepat menduplikasi kebijakan SIKM tersebut sehingga penurunan angka penularan bisa ditekan serendah mungkin.

Dari sini bisa diambil pelajaran bahwa sungguh cerdas dan mulia Anies Baswedan yang berpandangan bahwa "kesehatan warga adalah paling utama". Sehingga nantinya perekonomian akan membaik sejalan dengan berjalannya aktivitas ketika pandemi mulai menunjukkan penurunan penularan yang signifikan di seluruh pelosok negeri. (tw)