Tsunami PHK RI Ditengah Wabah Corona: Penganggur Tambah 5,2 Juta Orang

NASIONAL- 29 Mei 2020 | 06:54:00 WIB | Dubaca : 194
Tsunami PHK RI Ditengah Wabah Corona: Penganggur Tambah 5,2 Juta Orang

Pandemi Covid-19 turut berimbas kepada lonjakan pengangguran di Tanah Air. Kementerian Ketenagakerjaan mencatat jumlah penganggur gegara pandemi itu bertambah 2,92 juta hingga 5,23 juta orang.

"Angkanya cukup besar. Angka pengangguran, ditambah angka PHK-PHK (pemutusan hubungan kerja) itu," kata Direktur Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial Kemenaker John Daniel Saragih, Rabu (27/5/2020).

Tingkat pengangguran itu disumbang beberapa jenis faktor. Jika diperinci, maka pekerja formal dengan status dirumahkan paling terkena dampak, yakni sebanyak 1.046.306 pekerja. Kemudian pekerja formal di-PHK sebanyak 378.096 orang dan pekerja informal terdampak sekitar 318 ribu orang.

Angka itu baru berasal dari yang sudah didata. Sementara yang masih belum didata ada hampir satu juta lainnya, termasuk potensi perusahaan yang tidak ikut melaporkan kejadian PHK dan merumahkan karyawan.

Dari segi penyebaran provinsi, DKI Jakarta paling banyak dengan 318.338 pekerja. Ini sudah digabung antara PHK dan dirumahkan

"Setelah DKI Jakarta, ada Jawa Barat, Jawa Tengah, Riau, Jawa Timur dan provinsi lain," ujar John.

Sementara dari segi kelompok, Ia menerangkan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) paling terkena dampak. Kemudian ada manufaktur seperti tekstil dan pakaian. Namun, yang paling mencuri perhatian adalah pariwisata dan usaha turunannya.

"Sebagai contoh di Sulawesi Utara, Manado, ada perusahaan multi travel pekerjakan seribu orang. Mereka sudah MoU dengan perusahaan-perusahaan di delapan Provinsi di China, jika situasi memungkinkan, turis sana ada kontrak akan pergi ke Manado untuk berlibur, tapi situasi ini mengharuskan dibatalkan," kata John.

Beberapa waktu lalu, Menteri Keuangan Sri Mulyani memaparkan skenario berat dan skenario sangat berat dampak pandemi Covid-19 terhadap ekonomi Indonesia. Dampak itu meliputi pertumbuhan ekonomi hingga tingkat pengangguran. Berikut adalah perinciannya:

Skenario Berat

Untuk skenario pertama ini, ekonomi diprediksi masih bisa tumbuh positif 2,3%. Jumlah orang miskin akan bertambah 1,16 juta orang, dari perhitungan terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) per September 2019, yaitu 24,79 juta orang (9,22% dari jumlah penduduk). Kemudian jumlah pengangguran juga akan bertambah 2,92 juta orang, dari perhitungan terakhir BPS per Februari 2020 sebanyak 6,88 juta orang.

Skenario Sangat Berat

Pada skenario ini, ekonomi diprediksi tumbuh negatif 0,4%. Jumlah orang miskin akan bertambah 3,78 juta orang, dari perhitungan terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) per September 2019, yaitu 24,79 juta orang (9,22% dari jumlah penduduk). Kemudian jumlah pengangguran juga akan bertambah 5,23 juta orang, dari perhitungan terakhir BPS per Februari 2020 sebanyak 6,88 juta orang. (tw)