2 Stafsus Jokowi Pamit, ORI: Jangan sampai Mundur untuk Selamatkan Proyek Abal-Abal Tanpa Tender Itu

FOKUS PERISTIWA- 29 April 2020 | 12:39:22 WIB | Dubaca : 169
2 Stafsus Jokowi Pamit, ORI: Jangan sampai Mundur untuk Selamatkan Proyek Abal-Abal Tanpa Tender Itu

Chief Executive Officer (CEO) PT Amartha Mikro Fintek Andi Taufan Garuda Putra menyusul CEO Ruangguru Adamas Belva Syah Devara untuk mengundurkan diri sebagai Staf Khusus Presiden.

Ombudsman RI menilai kalau keduanya tidak ramai diperbincangkan publik, mungkin hingga saat ini masih bertengger menjadi stafsus milenial piliah Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Andi sempat membuat publik emosi ketika mengetahui adanya konflik kepentingan perusahaannya dengan mengandalkan surat berkop Sekretariat Kabinet kepada para camat di Indonesia. Belva juga mengalami hal yang sama ketika publik tahu Ruangguru ikut terlibat dalam proyek Kartu Prakerja.

"Andai tidak jadi ramai, saya ragu mereka mengundurkan diri," kata anggota Ombudsman RI, Alvin Lie, Jumat (24/4/2020).

Namun Alvin menganggap apabila keputusan Andi dan Belva itu tidak serta merta menyelesaikan masalah yang ada. Keterlibatan PT Amartha dalam program penanganan Covid-19 serta Ruangguru dalam proyek Kartu Prakerja tetap harus ditelurusi.

"Perlu terus diungkap apakah yang bersangkutan telah menyalahgunakan wewenangnya mempengaruhi pihak-pihak lain sehingga memuluskan proyek, ada konflik kepentingan dan apakah proyek-proyek abal-abal yang dikerjakan tanpa tender yang terkait pada dua staf khusus ini masih berlanjut atau tidak," ujarnya.

"Jangan sampai mereka mundur demi menyelamatkan proyek," tambah Alvin.

Sebelumnya, Andi Taufan Garuda Putra mengumumkan pengunduran dirinya sebagai staf khusus "milenial" Presiden Joko Widodo.

"Perkenankan saya untuk menyampaikan informasi pengunduran diri saya sebagai Staf Khusus Presiden Republik Indonesia yang telah saya ajukan melalui surat pada 17 April 2020 dan kemudian disetujui oleh Bapak Presiden," kata Andi Taufan melalui pernyataan tertulis yang diterima Antara, Jumat (24/4/2020).

Kemunduran Andi Taufan menyusul CEO Ruangguru Adhamas Belva Devara yang juga mengajukan surat undur diri kepada Presiden Jokowi pada 17 April 2020 tapi baru mengumumkannya pada 21 April 2020.

"Pengunduran diri ini semata-mata dilandasi keinginan saya yang tulus untuk dapat mengabdi secara penuh kepada pemberdayaan ekonomi masyarakat, terutama yang menjalankan usaha mikro dan kecil," tambah Andi Taufan.

Ia mengaku sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Presiden Jokowi atas kepercayaan, pelajaran dan nilai-nilai yang diberikan selama menjabat sebagai Staf Khusus Presiden.

"Dalam kurun waktu tersebut, saya menyaksikan sendiri bagaimana beliau adalah sosok pemimpin teladan yang bekerja keras dengan tulus dan penuh dedikasi demi kebaikan seluruh masyarakat dan masa depan Indonesia," tambah Andi Taufan. (utw)