Obat Avigan & Klorokuin yang Dibeli Jokowi Bukan Obat Cegah Corona, Rakyat Harus Waspada

MEGAPOLITAN- 22 Maret 2020 | 09:46:09 WIB | Dubaca : 197
Obat Avigan & Klorokuin yang Dibeli Jokowi Bukan Obat Cegah Corona, Rakyat Harus Waspada

Jokowi mengungkapkan pemerintah telah mulai melakukan rapid test.

Diketahui, rapid test adalah uji cepat yang dilakukan untuk melacak infeksi virus SARS-CoV-2 atau virus Corona.

Joko Widodo (Jokowi) mengungapkan telah memesan sekitar 5 juta obat untuk Virus Corona.

Hal tersebut diungkapkan Jokowi dalam konferensi pers, Jumat (20/3/2020) sore. Disebutkannya, obat-obatan tersebut terdiri dari Avigan dan Klorokuin.

Namun disampaikannya, untuk vaksin virus corona hingga saat ini belum ditemukan. Jokowi mengungkapkan, obat tersebut telah diuji di sejumlah negara yang terdampak virus corona.

"(obat) Ini telah dicoba oleh satu, dua, tiga negara dan memberikan kesembuhan."

"Yaitu Avigan, kita telah mendatangkan 500 ribu yang akan kita coba dan dalam proses pemesanan 2 juta."

"Yang kedua klorokuin, ini kita telah siap 3 juta," ungkapnya.

Namun obat yang dipesan Jokowi tersebut belum teruji dan banyak diakui kalangan dokter dan dunia bahwa obat tersebut bukan untuk corona.

Selain itu, Jokowi juga mengatakan, bahwa sore ini telah dilakukan rapid test di Jakarta Selatan.

"Sudah dilakukan sore ini di wilayah yang dulu sudah diketahui ada kontak tracing dari pasien-pasien yang positif."

"Sehingga dari situlah didatangin dari rumah ke rumah untuk di tes," ungkapnya.

Ia menegaskan, untuk rapid test ini memang ada wilayah prioritas. Yakni wilayah yang dianggap paling rawan untuk persebaran kasus virus corona.

"Jadi memang ada prioritas dan kita memprioritaskan wilayah yang menurut hasil pemetaan menunjukkan hasil yang paling rawan, di Jakarta Selatan," ungkapnya.

Terpisah, Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona, Achmad Yurianto, mengimbau masyarakat tidak membeli dan menyimpan obat jenis klorokuin.

Ia menegaskan, klorokuin bukan obat untuk mencegah infeksi virus corona.

" Klorokuin obat digunakan untuk penyembuhan. Bukan pencegahan. Maka masyarakat tidak perlu membeli dan menyimpan klorokuin," kata Yuri dalam konferensi pers yang disiarkan langsung dari kantor BNPB, Jakarta, Sabtu (21/3/2020).

Yuri juga mengatakan, klorokuin merupakan jenis obat keras yang tak boleh sembarangan dikonsumsi. Klorokuin diberikan kepada pasien dengan resep dokter.

"Ini obat yang diberikan dengan resep dokter dan dengan pengawasan," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, pemerintah telah menyiapkan obat yang diyakini ampuh menyembuhkan pasien covid-19. Ada dua jenis obat yang disiapkan, yaitu avigan dan klorokuin.

Covid-19 merupakan penyakit yang disebabkan virus corona jenis SARS-Cov-2.

Pemerintah telah mendatangkan 5.000 butir avigan dan tengah memesan 2 juta butir obat tersebut. Sementara itu, klorokuin sudah disiapkan sebanyak 3 juta butir.

Rakyat harus waspada dan ekstra hati-hati, jangan sampai membeli obat tersebut secara sembarangan. (utw)