Siap Bongkar Kasus Jiwasraya, Sri Mulyani Dihajar PDIP?

EKONOMI- 13 Februari 2020 | 07:19:46 WIB | Dubaca : 139
Siap Bongkar Kasus Jiwasraya, Sri Mulyani Dihajar PDIP?

Alarm panik kasus Jiwasraya sudah mulai dibunyikan. Sejumlah skenario yang coba dilakukan seolah tidak menuai hasil yang diharapkan. Lihat saja, contohnya menggiring opini Jiwasraya jauh satu dekade kebelakang mentah karena bocornya dokumen rahasia perusahaan asuransi plat merah yang memperlihatkan kondisi sehat wal afiat sebelum 2017.

Selain itu, upaya "mengintervensi" Panja dan "membenamkan" Pansus melalui partai penguasa juga dinilai tidak berhasil. Berbagai opini telah dilayangkan, mulai dari Pansus yang sarat muatan politis sampai Pansus tidak diperlukan. Nyatanya, diabaikan publik. Masyarakat Indonesia tetap meminta Pansus dijalankan karena ada dugaan penyelewangan dana Jiwasraya untuk kepentingan politik kelompok tertentu.

Selain itu, publik juga menuntut konsistensi partai penguasa yang dulu garang membela hak wong cilik. Jika dulu kasus yang nominal kerugiannya tidak se-gunung Jiwasraya PDIP ngotot untuk di-Pansus-kan, ada "kebusukan" apa di Jiwasraya sehingga harus ditutup rapat dengan Panja? Begitulah alur pikir masyarakat biasa melihat tingkah polah PDIP akhir-akhir ini.

Seperti tidak ada pilihan lain, yaitu Pansus harus terlaksana, PDIP sepertinya loncat option melalui dugaan pembunuhan karakter Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati (SMI). Ketidakmampuan pemerintah mewujudkan janjinya di periode pertama dibebankan kepada menteri keuangan terbaik dunia ini. Lalu kenapa SMI yang dihajar hingga babak belur?

Alasan pertamanya sangat sederhana, SMI merupakan profesional tulen. Dia tidak terikat dengan partai atau pun kepentingan politik partai tertentu. Jadi, apabila Pansus bergulir dan memaksa meminta keterangan SMI, bisa jadi mantan Direktur Bank Dunia ini akan berbicara blak-blakan seperti apa adanya.

Sebagai orang yang tidak terikat secara politis, satu-satunya pertaruhan SMI adalah kredibilitas dirinya. Ibarat pepatah lama, sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak percaya. Lihat saja blak-blakan SMI ketika dicecar dalam rapat bersama DPR terkait BPJS Kesehatan. Di sana SMI ‘meradang’, karena dia merasa telah mengusahakan dengan segala upaya membantu defisit BPJS tapi tetap disalahkan. Sementara BPJS sendiri sebagai lembaga pengelola tidak pernah dipanggil dan disalahkan. Sungguh perempuan tangguh dan pemberani. (yd)