Sandiaga Uno: Ekonomi RI Tumbuh Walau Tak Capai Target, Mengapa Cari Kerja Susah?

NASIONAL- 10 Februari 2020 | 07:04:41 WIB | Dubaca : 149
Sandiaga Uno: Ekonomi RI Tumbuh Walau Tak Capai Target, Mengapa Cari Kerja Susah?

Pengusaha yang juga seorang politisi, Sandiaga Uno mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa menembus 6% lebih. Syaratnya, pemerintah harus bisa lebih banyak mengeluarkan regulasi yang memudahkan para wirausahawan.
Menurut Sandi, ekonomi Indonesia tumbuh dengan pesat. Dengan mengakomodir para wirausaha bisa saja membantu mendorong pertumbuhan ekonomi ke 6%.

"Indonesia ekonominya itu tumbuh pesat, sekarang ini 5% ya. Kita bisa bertumbuh lebih tinggi di atas 6% asalkan ada kebijakan yang pro entrepreneur," ungkap Sandi dalam acara Edutech 2020 di JCC Senayan, Jakarta Selatan, Minggu (9/2/2020).

Sandi juga mengaku heran mengapa mencari kerja di Indonesia susah padahal ekonomi bertumbuh pesat. Menurutnya masalahnya adalah tidak adanya link and match antara dunia usaha dengan tenaga kerja.

"Nyari kerja susah nggak? Susah banget. Padahal ini ekonomi berkembang, tapi nggak ada link and match," jelas Sandi.

Sandi juga mengaku heran mengapa mencari kerja di Indonesia susah padahal ekonomi bertumbuh pesat. Menurutnya masalahnya adalah tidak adanya link and match antara dunia usaha dengan tenaga kerja.

"Nyari kerja susah nggak? Susah banget. Padahal ini ekonomi berkembang, tapi nggak ada link and match," jelas Sandi.

Untuk dia meminta para generasi milenial untuk banyak belajar mengenai wirausaha. Pasalnya, Indonesia merupakan negara dengan potensi pasar besar hingga 2045.

"Milenial mau maju nggak? Kalau mau harus ngerti entrepreneur, pasarnya kita ini berkembang pesat sampai tahun 2045," ungkap Sandi.

Kalau milenial tidak mengambil potensi pasar dengan memperbanyak produk dalam negeri dengan berwirausaha, Sandi khawatir Indonesia akan dibanjiri produk impor.

"Kalau milenial nggak nangkep (potensi pasar) ini, maka akan datang banyak barang dari luar negeri. Bisa kalah produk dalam negeri kita," sebut Sandi. (utw)