Benarkah Indonesia Bebas dari Virus Corona?

MEGAPOLITAN- 10 Februari 2020 | 06:54:11 WIB | Dubaca : 208
Benarkah Indonesia Bebas dari Virus Corona?

Data Komisi Kesehatan China menerangkan bahwa penyebaran virus corona di seluruh dunia telah mencapai 28.254. Total kematian telah mencapai 565 orang. Bahkan Organisasi Kesehatan Dunia juga sudah mendeklarasikan bahwa virus Corona sbagai darurat kesehatan masyarakat.

Di Asia Tenggara dikabarkan sudah ada lima negara yang terkena wabah virus corona; Thailand, Singapura, Makaysia, Filipina, dan Kamboja. Sedangkan Indonesia sejauh ini belum melaporkan warga negaranya yang terkena wabah virus corona.

Klaim Menkopolhukam Mahfud MD, "Indonesia ialah satu-satunya negara besar di Asia yang belum memiliki kasus positif virus corona. Tak ada yang terinfeksi virus corona di Indonesia,". Padahal negara-negara tetangga telah positif memiliki kasus virus corona.

Jika klaim Menkopolkam tak ada virus corona di Indonesia, lain pula klaim dari media asing. The Sydney Morning Herald mengklaim saat ini Indonesia tidak memiliki kemampuan dalam mendeteksi virus corona.

Senada dengan media asing tersebut ahli biologi mengatakan, laboratorium di Indonesia belum tersedia bahan kimia yang digunakan untuk pengujian menganalisis, mengidentifikasi, dan mendeteksi virus corona dengan cepat.

Sementara itu klaim PT Indonesia Morowali Industri Park di Morowali, Sulteng. 3.000 TKA asal China telah dikarantina dan dilakukan medical check up untuk mencegah penularan virus corona.

Masih soal klaim, beda pula klaim media asing Prancis France24 bahwa lebih dari 40 ribu pekerja China di Morowali telah dikarantina karna khawatir atas penyebaran virus corona.

Entahlah klaim siapa yang paling benar, yang jelas ini bukanlah soal klaim ini salah, klaim itu benar. Ini persoalan apakah benar Indonesia bebas dari virus corona ?

Rupanya anggapan bahwa Indonesia aman dari virus corona tidak sepenuhnya benar. Prof. Amin Soebandrio, ketua Institut Biologi Molekuler Eijkman menjelaskan; kemungkinan virus corona telah muncul di Indonesia namun belum terdeteksi.

Pemerintah perlu punya semacam krisis center sebagai pusat informasi penyebaran virus corona. Agar informasi yang beredar tentang virus yang berbahaya itu tidak liar dan tidak hoax. Seperti halnya WHO, Pemerintah harusnya tanggap darurat atas persoalan virus corona asal China yang telah mematikan ratusan jiwa di seluruh dunia itu sebelum jauh terlambat. Semoga Pemerintah tidak menutupi kondisi yang sebenarnya terjadi. (dn)