Ilham Habibie: Penyelamatan Bank Muamalat Demi Kemaslahatan Umat

EKONOMI- 09 Februari 2020 | 09:24:36 WIB | Dubaca : 123
Ilham Habibie: Penyelamatan Bank Muamalat Demi Kemaslahatan Umat

Ilham Habibie akhirnya buka suara setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyetujui Konsorsium Al Falah sebagai penyelamat PT Bank Muamalat Tbk.

Al Falah adalah perusahaan yang dimiliki dan didirikan oleh Ilham Habibie dan CP5 Hold Co 2 Limited. Mitra Ilham itu merupakan perusahaan investasi yang secara tidak langsung dimiliki 100 persen oleh dana yang dikelola oleh SSG Capital Management Limited (SSG), untuk tujuan berinvestasi di Bank Muamalat.

"Malam lalu kita saksikan Ketua OJK Pak Wimboh Santoso secara prinsip menyetujui masuknya Al Falah ke Muamalat. Tentu pekerjaan tidak selesai dengan itu, ada yang harus kami selesaikan. Persetujuan prinsipnya sudah ada dan itu sangat menenangkan," ujar Ilham di Muamalat Tower, Jakarta, Rabu (5/2).

Ilham yang saat ini menjadi Komisaris Utama Bank Muamalat itu menuturkan, tujuan penyelamatan bank syariah pertama di Indonesia adalah demi kemaslahatan umat. Menurutnya, Muamalat memiliki peran penting sebagai wahana berkembangnya sektor syariah di Indonesia."

Dan kita ini adalah bank dari umat untuk umat. Dan untuk kemaslahatan umat ini perlu adanya wahana seperti Bank Muamalat," jelasnya.

Ke depan, dia berharap, industri syariah di Indonesia bisa terus berkibar. Bahkan perkembangan teknologi saat ini diharapkan bisa mendorong generasi milenial semakin menggemari sektor syariah.

"Muamalat akan berkembang dengan sangat baik karena generasi milenial menghidupkan style kesyariahan dan kehalalan semakin berkembang dan mainstream dari masyarakat," tambahnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso mengatakan, regulator merestui Konsorsium Al Falah menjadi investor penyelamat bank syariah pertama di Indonesia tersebut.

"Ini kan tinggal eksekusi, eksekusi itu proses-proses administrasi. Calon investor sudah ada, konsorsium Al Falah," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (4/2).

Namun demikian, Wimboh enggan menjelaskan secara detail berapa nominal yang diberikan Al Falah itu untuk menyelamatkan Muamalat. Dia hanya menegaskan, proses eksekusi tersebut akan dilakukan dalam waktu secepatnya.

"Tinggal eksekusinya. Secepatnya," katanya. (utw)