Kuota Pupuk Bersubsidi Bertambah, Bupati Minta Dinas Pertanian dan Polisi Kawal Distribusinya

EKONOMI- 20 Januari 2020 | 12:39:40 WIB | Dubaca : 151
Kuota Pupuk Bersubsidi Bertambah, Bupati Minta Dinas Pertanian dan Polisi Kawal Distribusinya

Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Akmal Ibrahim SH meminta Dinas Pertanian dan Pangan dan tim pengawas pupuk setempat mengawasi pendistribusian pupuk bersubsidi.

Permintaan itu disampaikan Akmal Ibrahim, pascamengetahui kuota pupuk bersubsidi untuk Abdya bertambah.

Atas penambahan kuota pupuk bersubsidi itu, Akmal mengucapkan terima kasih kepada menteri pertanian, gubernur Aceh dan direktur Pupuk Kementerian Pertanian.

"Alhamdulillah, kita mendapatkan jatah pupuk subsidi naik secara drastis dari kuota sebelumnya, dan kabar gembira untuk petani," ujar Bupati Abdya Akmal Ibrahim di lokasi (18/1/2020).

Akmal menerangkan kenaikan kuota pupuk bersubsidi itu bervariasi, ada yang naik hingga 2 kali lipat, bahkan ada yang lebih. Pupuk urea misal, kuota pada 2019 sebanyak 1500 ton, namun pada 2020 naik jadi 3200 ton atau naik 1700 ton.

Selanjutnya, pupuk ZA, dari 700 ton naik jadi 1400 ton, dan yang paling tinggi kenaikan adalah NPK dan organik. NPK dari 1950 ton naik jadi 4700 ton, dan organik dari 500 ton naik jadi 2500 ton atau mencapai 2000 ton.

"Tapi, kita yang turun pupuk SP 36, dari 450 ton turun menjadi 400 ton. Tapi, yang lain naik, dan itu pupuk yang dibutuhkan oleh petani," ungkapnya.

Akmal mengaku gembira dan tenang dengan kabar penambahan kuota pupuk tersebut. Sebab, saat hampir seluruh Indonesia terkena pemotongan pupuk subsidi, namun Abdya malah naik drastis.

"Ini kabar yang sangat membuat saya senang dan tenang, dan Alhamdulillah," cetusnya.

Akmal berharap, tim pengawas pupuk Abdya, utamanya Dinas Pertanian dan Polres Abdya, dapat bekerja maksimum, menjamin amanah pupuk subsidi pemerintah ini sampai ke petani yang berhak.

"Petani yang teraniaya, karena tak dapat jatah pupuk, dapat melaporkan penyimpangan penyaluran pupuk pada Dinas Pertanian, dan Polres Abdya," tegasnya.

Akmal menghimbau seluruh petani bersyukur, dan benar-benar menggunakan pupuk tersebut untuk kebutuhan pertanian.

"Maka, kami mohon semua pihak untuk mengawal, dan jika ada yang bermain dengan pupuk ini, maka wajib ditindak," pungkasnya. (utw)