Ibu Kota DKI Jakarta Pulih dari Bencana Banjir di Awal Tahun 2020, Hanya Dalam Waktu 4 Hari

NASIONAL- 14 Januari 2020 | 18:12:20 WIB | Dubaca : 141
Ibu Kota DKI Jakarta Pulih dari Bencana Banjir di Awal Tahun 2020, Hanya Dalam Waktu 4 Hari

Jakarta pulih dari bencana banjir hanya dalam 4 hari. Selain itu, ada 3 kabar baik dari Jakarta yang penting dan berdampak bagi kehidupan masyarakat Jakarta jangka panjang.

Pertama, Pemprov DKI membuka pintu bagi pengusaha kecil (UMKM) yang ingin memasok barang kebutuhan pemerintah. Kini Badan Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ) membuat aplikasi yang namanya e-order. Dulu nggak mungkin pengusaha kecil memasok barang pemerintah. Bahkan untuk sekedar memasok kebutuhan snack rapat saja, pemprov DKI harus belanja di toko-toko bermerek terkenal karena keharusan administrasi yang rumit. Dengan e order kebutuhan administrasi yang rumit bisa lebih disederhanakan, ibu-ibu pedagang kecil bisa ikut memasok kebutuhan Pemprov DKI. Gagasan ini menunjukkan keberpihakan Pemprov DKI pada wong cilik.

Kedua, integrasi transportasi berlanjut. Kali ini transportasi jenis perkeretaapian. MRT, LRT, Kereta Bandara dan KRL yang selama ini pengelolaannya terpisah-pisah oleh berbagai instansi (BUMN dan BUMD) akan diintegrasikan. Perusahaan-perusahaan pengelolaan KA tersebut setuju membuat anak perusahaan gabungan yang akan dikelola Pemprov DKI. Dengan integrasi pengelolaan yang paling diuntungkan adalah kita, penumpang. Nggak cuma warga Jakarta, tapi juga Jabodrtabek. Nantinya kita akan dapati stasiun-stasiun makin nyaman dengan TOD, kita bisa pindah-pindah moda angkutan KA di

stasiun yang sama, metode pembayaran juga sama, dan pastinya sistem pengaduan juga bisa lebih terintegrasi di satu kanal.

Ketiga, Pemprov DKI resmi melarang plastik sekali pakai di pusat-pusat perbelanjaan. Ini adalah langkah kebijakan maju untuk menyelamatkan bumi dari kehancuran. Dalam waktu 6 bulan semenjak peraturan disahkan (Juni 2020) semua pusat perbelanjaan harus menyesuaikan. Mudah-mudahan ya langkah ini akan mendorong juga para ilmuwan menemukan tehnologi pembungkus baru. Seperti teman kita dari UGM mbak Kun Budiasih yang sudah membuat plastik ramah lingkungan berbahan singkong.

Menurut Anies, daerah yang sudah dilakukan normalisasi seperti di Kampung Pulo, Kelurahan Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur tetap saja mengalami banjir.

"Yang terkena banjir itu di berbagai wilayah. Jadi ini bukan sekadar soal yang belum kena normalisasi saja, nyatanya yang sudah ada normalisasi juga terkena banjir," ujar mantan Menteri Pendidikan tersebut.

Anies menyebutkan banjir Jakarta harus diselesaikan secara lebih "nyata" dengan mengendalikan air dari daerah hulu, seperti membangun kolam-kolam pengontrol air.

"Pengendalian air di kawasan hulu dengan membangun dam, waduk, embung, sehingga ada kolam-kolam retensi untuk mengontrol, mengendalikan, volume air yang bergerak ke arah hilir," kata Anies.

Anies meyakini dengan cara seperti itu, masalah banjir Jakarta bisa diatasi. "Tapi itu semua kan kewenangannya di pusat ya. Jadi kita lihat nanti pemerintah pusat," ucap dia.

Pemprov DKI, tambah Anies, saat ini sedang fokus menyelamatkan warga yang menjadi korban banjir.

"Bagi kami saat ini di Jakarta, fokusnya adalah memastikan keselamatan warga, memastikan bahwa pelayanan terjamin. Dan bagi semua warga yang terdampak, kami akan bantu semaksimal mungkin," ucap Anies.

Segala kebijakan pemerintah seyogyanyalah dibuat agar kualitas hidup kita, manusia, dan alam lingkungan kita agar tetap sehat lestari. (tw)