Jiwasraya Belum Selesai, Muncul Skandal Dana Pensiun ASABRI Dibobol Rp10 Triliun oleh Rezim Jokowi

EKONOMI- 11 Januari 2020 | 08:43:42 WIB | Dubaca : 218
Jiwasraya Belum Selesai, Muncul Skandal Dana Pensiun ASABRI Dibobol Rp10 Triliun oleh Rezim Jokowi

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyatakan skandal di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri) tidak kalah fantastis dibandingkan dengan skandal PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dengan kerugian keuangan negara puluhan triliun.

Mahfud mendapat laporan bahwa dugaan korupsi di Asabri di atas Rp 10 triliun dari yayasan yang dikumpulkan dari para prajurit TNI.

"Saya mendengar ada isu korupsi di Asabri yang mungkin itu tidak kalah fantastisnya dengan kasus Jiwasraya. Di atas Rp 10 triliun itu," kata Mahfud di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (10/1/2020).

"Asabri itu punyanya orang kecil. Itu punyanya prajurit. Polisi, tentara yang pensiun-pensiun yang pangkatnya kecil. Itu kan banyak yang nggak punya rumah, nggak bisa keluar," sambung Mahfud.

Mahfud langsung melakukan serangkaian langkah strategis. Salah satunya memanggil beberapa menteri antara lain Erick Thohir dan Sri Mulyani selaku Menteri BUMN dan Menteri Keuangan. Mahfud menegaskan tidak boleh toleran terhadap korupsi.

"Kita akan segera panggil Bu Sri Mulyani dan Pak Erick Tohir untuk menanyakan duduk masalahnya. Kalau memang ada masalah hukum ya kita giring ke pengadilan. Tidak boleh korupsi untuk orang-orang prajurit untuk tentara yang bekerja mati-matian meninggalkan tempat sesudah masa pensiunnya disengsarakan. Gitu ya. Dan itu kan haknya prajurit," papar Mahfud.

Bila indikasinya kuat, maka Mahfud yang akan mengantarkan sendiri ke aparat hukum. Tidak peduli apakah ada unsur militer yang terlibat.

"Mari kita giring proses hukum ini supaya diungkap. Nggak usah berspekulasi si A terlibat, ini dari istana. Ndak ada itu. Pokoknya Presiden sudah memerintahkan gebuki semua yang korupsi itu jangan ditutup-tutupi, yakin lah. Jadi kalau orang yang selalu curiga ini terlibat ini terlibat, kasih ke saya. Saya nanti yang antarkan ke KPK atau ke kejaksaan," pungkasnya.

MODUS RAIBNYA DANA 10 Triliun ASABRI sama dengan JIWASRAYA

PT. ASABRI dipercaya untukmenyimpan uang dan dana pensiun para prajurit TNI/Polisi dan pegawai Dephan/POLRI yg dipotong dari gajinya yang tidak seberapa.

Dana dari prajurit TNI/POlisi, PNS Kemenhan/Polri yg dikelola PT. ASABRI (dulu yayasan ABRI dan sekarang jadi PT BUMN), konon saat ini raib atau dikorupsi hingga Rp 10 Triliun. Mahfud MD akan memanggil Erick dan Sri Mulyani utk memastikannya.

Sebelumnya, ada artikel yang menuliskan bagaimana para Taipan yang mempunyai perusahaan Go Public, tiap hari menganalisa ( memetakan) uang rakyat (termasuk PNS dan pensiunan) yang dianggap sebagai dana menganggur tempo hari?

Melalui perusahaan yang listed ( Go Public) di bursa efek itulah , para Taipan itu maling uang rakyat tersebut. Caranya? kongkalikong dengan oknum pejabat OJK, oknum pejabat Depkeu dan oknum pejabat di kementerian BUMN, serta didukung para politikus dari partai besar.

Modusnya dengan alasan agar dana "diam" di asuransi atau Dana Pensiun itu bisa berkembang maka harus diinvestasikan!

Kemana investasinya? Untuk membeli saham perusahaan milik konglomerat/pengusaha yang listed di bursa. Apakah saham itu likuid ( kinerjanya bagus?), tidak. Itu aslinya perusahan abal -abal yang di go public -kan dengan polesan laporan keuangan dan framing media seolah itu perusahaan bermasa depan, sehingga harganya sahamnya akan naik terus.

Benar saat mulai IPO harga saham memang naik, tapi naiknya karena digoreng. Saat harga saham itu naik sehari bisa mencetak untung ratusan miliar. Intinya, mufah mendapatkan dananya. Lalu gain dari kenaikkan saham itu, apakah yang dinikmati pemilik premi asuransi? tidak, para bandit oknum pejabat dan orang-orang partai lah yang kongkalikong dengan pengusaha tadi.

Lalu bagaimana nasib selanjutnya dana PT. asuransi tersebut? Namanya juga saham gorengan yang dibeli, hanya bertahan di harga baiknya paling dalam hitungan bulan atau satu tahun, setelah itu harga sahamnya anjlok lagi atau terjun bebas. Saat harga saham anjlok inilah dana Asuransi milik rakyat , prajurit , PNS dan pensiunan itu HANGUS ! Habis tidak bertuan. Dan manajemen perusahan asuransi itu akan beralasan "salah investasi".

Salah investasi dana rakyat yang hilang tapi mereka para oknum pejabat, direksi perusahaan asuransi , pengusaha dan orang-orang partai itu sudah menikmati uang yang luar biasa besar! Itu cara maling uang rakyat melalui perusahaan pasar modal.

Inilah cara para bandit ini dalam hal menggarong perusahaan asuransi BUMN atau Dana Pensiun. Mereka gunakan para manajer investasi canggih ( canggih merekayasa), tapi sebetulnya dalangnya orang atau kelompok yg sama.

ASABRI yang kabarnya kehilangan dana atau dikorupsi 10 Triliun, menurut sumber di pasar modal, kemungkinan modusnya sama dengan saat para mafia keuangan itu menggarong PT. JIwasraya? Benarkah? Tanyakan pada Erick Thohir dan Sri Mulyani.

Hingga saat ini para dalangnya atau malingnya, sepertinya masih
aman, karena dilindungi kekuatan berlapis-lapis. Maklum kalau ke bongkar satu bisa bisa kemana -mana.

Akankah nasib ASABRI sama dengan JIWASRAYA? Tidak jelas penyelesainnya dan berpotensi zonk?

Masyarakat berharap korupsi 10 Triliun di ASABRI bisa dibongkar, bahaya kia uang para prajurit TNI/ Polisi Pegawai Kemenhan/Polri benar-benar hilang.

Kawal Terus Kasus JIWASRAYAGATE, ASABRI, PELINDO II dan yang lainnya di rezim Jokowi ini. (utw)