Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia : Sambut Baik Pemecatan Dirut, Banyak kebijakan Ari yang aneh

LIPUTAN KHUSUS- 07 Desember 2019 | 05:08:58 WIB | Dubaca : 143
Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia : Sambut Baik Pemecatan Dirut, Banyak kebijakan Ari yang aneh

Beberapa kasus kontroversial atas kebijakan Garuda Indonesia selama Ari Askhara menjabat Dirut antara lain pemalsuan laporan keuangan tahun 2018 yang mengubah kerugian menjadi keuntungan

Para awak kabin yang tergabung dalam Ikatan Awak Kabin Garuda Indonesia (IKAGI) beralasan, banyak kebijakan yang terbilang aneh dan kontroversial selama di bawah kepemimpinan I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra (Ari Askhara).

Ketua Umum IKAGI Zaenal Muttaqin mengatakan,"Selama ini kinerja Ari Askhara di Garuda Indonesia selalu kontroversi sehingga merugikan banyak pihak baik perusahaan, anak perusahaan, karyawan, hingga masyarakat,".

Dia menjelaskan beberapa kasus kontroversial atas kebijakan Garuda Indonesia selama Ari Askhara menjabat Dirut antara lain pemalsuan laporan keuangan tahun 2018 yang mengubah kerugian menjadi keuntungan.

"Selain itu juga ada suguhan live music akustik di pesawat, pengalihan rute penerbangan London dan Amsterdam via Denpasar, larangan foto dan video dalam pesawat terhadap penumpang, hingga penyelundupan Harley Davidson," ujar Zaenal di Jakarta, Jumat (6/12/2019).

Zaenal menambahkan kebijakan Ari Askhara yang merugikan para awak kabin antara lain menghentikan iuran anggota, mempersulit terjadinya Perjanjian Kerja Bersama (PKB), melarang terbang para pengurus serikat pekerja, mem-PHK tanpa dasar jelas beberapa awak kabin, hingga membentuk serikat pekerja tandingan yang membela kepentingannya.

"Cukup banyak kebijakan yang kontroversial selama Ari Askhara menjabat Dirut Garuda Indonesia yang benar-benar merugikan awak kabin. Maka dari itu, kami sangat bersyukur Pak Erick memecatnya," ujar Zaenal.

Akan tetapi, Zaenal mengatakan pencopotan Ari Askhara dari posisi Dirut Garuda Indonesia seharusnya bukan menjadi langkah final dan meminta pemerintah melalui Kementerian BUMN untuk mengusut tuntas keterlibatan jajaran direksi lain yang berupaya melakukan hal sama seperti Ari Askhara.

"Masih banyak jajaran direksi yang berupaya melakukan langkah-langkah kebijakan merugikan terhadap awak kabin dan juga terhadap perusahaan, anak perusahaan, karyawan hingga secara langsung dan tidak langsung terhadap masyarakat sebagai penumpang," ungkap dia.

Zaenal menambahkan setelah pencopotan Ari Askhara ini, jajaran direksi Garuda Indonesia diharapkan bisa diisi oleh sosok-sosok yang profesional, berakhlak, dan beretika baik sehingga mampu mewujudkan perusahaan yang menguntungkan bagi semua pihak.

"Kami dari awak kabin ingin menjadikan kasus Ari Askhara sebagai sebuah pelajaran penting sehingga nantinya Garuda Indonesia menjadi perusahaan yang baik," ujar dia.

Zaenal berharap agar pimpinan direksi yang baru nanti bisa lebih memperhatikan para awak kabin.

"Kami berharap penuh hak-hak kami yang selama ini diperjuangkan bisa dipenuhi. Kami juga berharap iuran anggota IKAGI bisa dijalankan kembali dan satu hal lagi kami berharap pimpinan direksi baru nanti bisa menghentikan serikat pekerja tandingan yang dibentuk secara ilegal tanpa dasar hukum yang sah," imbuh Zaenal.

Selain pengusaha hotel dan restoran yang lega dengan pemecatan Dirut Garuda, para awak kabin juga menyampaikan dukungan mereka atas pemecatan tersebut. (utw)