20 Ribu Ton Beras Bulog Busuk, Mantan Mendag Enggartiasto Harus Dijerat ke Ranah Hukum

EKONOMI- 03 Desember 2019 | 05:50:25 WIB | Dubaca : 128
20 Ribu Ton Beras Bulog Busuk, Mantan Mendag Enggartiasto Harus Dijerat ke Ranah Hukum

Mantan menteri perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita memungkinkan untuk dijerat ke ranah hukum akibat kebijakannya kala itu. Pasalnya, 20 ribu ton beras akan dibuang oleh Perum Bulog lantaran busuk.

Disinyalir, puluhan ribu ton beras yang dibuang itu merupakan beras stok mengendap di Perum Bulog akibat kebijakan impor dari Kemendag disaat panen raya.

"Bisa masuk ranah hukum jika ada bukti yang kuat telah terjadi korupsi," ujar Direktur Eksekutif Political Review, Ujang Komarudin di Jakarta, Senin (2/12).

Menurut Ujang, Kemendag telah melakukan perbuatan yang sia-sia hingga mengakibatkan puluhan ribu ton beras menjadi busuk dan terbuang sia-sia. Sebab, disaat bersamaan masih banyak ditemukan ketimpangan dimana warga negara membutuhkan pangan.

"Kemendag melakukan perbuatan pemubadziran, sehingga Bulog terkena imbasnya yaitu memusnahkan beras 20 ribu ton. Disaat yang sama, rakyat Indonesia banyak yang tidak punya beras," kata pengamat politik dari Universitas Al-Azhar ini.

Atas dasar itu, Ujang menilai perlu dilakukan investigasi lebih lanjut menyikapi skandal "mafia impor" ini. :Terkait impor beras di Kemendag perlu diaudit. Bila perlu audit forensik dan investigatif. Jangan hanya karena mengejar fee dan keuntungan dalam manisnya beras impor," tandasnya. (yd)