Menhan Prabowo Realisasikan Pembelian 11 Pesawat Sukhoi SU-35 dari Rusia

LIPUTAN KHUSUS- 03 Desember 2019 | 05:44:07 WIB | Dubaca : 173
Menhan Prabowo Realisasikan Pembelian 11 Pesawat Sukhoi SU-35 dari Rusia

Harapan besar soal pertahanan RI digantung ke Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Sang Menhan pun terus bermanuver melalui berbagai kerja sama untuk mempekuat sistem pertahanan negara. Termasuk, Menhan akan mengkaji rencana pembelian 11 Sukhoi SU-35 dari Rusia.

Pemerintah melihat dari sejumlah sisi seperti efisiensi anggaran dan keuntungan yang Indonesia terima. "Kami kaji terus nanti cost dan benefit-nya gimana. Jadi kami akan lihat, yang kami butuh adalah efisiensi, penghematan, dan daya guna," kata Menteri Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat pekan lalu. Menurut Prabowo, tidak ada tenggat waktu khusus untuk menyelesaikan kajian ini. Ia akan terus mengkaji hingga selesai.

Rencana pembelian Sukhoi SU-35 dari Rusia ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Namun hingga kini belum terealisasi. Nilai jual 11 pesawat yang disepakati ini mencapai US$ 1,14 miliar atau sekitar Rp 16 triliun.

Menhan 2014-2019, Ryamizard Ryacudu, pernah mengatakan salah satu hambatan pembelian Sukhoi ini adalah belum rampungnya perjanjian imbal dagang antara pemerintah Indonesia dan Rusia.

Seperti diketahui Rusia diwajibkan untuk membeli komoditas asal Indonesia sebesar 50 persen dari nilai pembelian Sukhoi tersebut. Total nilai pembelian untuk 11 unit alat tempur itu US$ 1,14 miliar dengan kontribusi dari imbal beli US$ 570 juta. Prabowo menjelaskan pemerintah Indonesia akan mendorong agar perjanjian imbal beli dengan Rusia ini segera diselesaikan. "Akan dilanjutkan terus."


Pada berbagai kesempatan Prabowo mengatakan pemerintah Indonesia akan memperluas pertahanan dan kerja sama dengan negara-negara lain. Prabowo menekankan strategi pertahanan Indonesia yang defensif.

"Kami tidak akan pernah mengancam siapa pun, tetapi kami juga tidak akan membiarkan Indonesia diganggu atau diancam oleh negara lain," kata Prabowo dalam pesan video di sesi pembukaan Conference on Indonesia Foreign Policy (CIFP) 2019 seperti dilansir Antara, Sabtu (30/11/2019).

Prabowo mengatakan Indonesia akan mempertahankan sikap independen dan aktif dalam pertahanan. Prioritas utama, menurut Prabowo, adalah kedaulatan Indonesia terjaga.

"Strategi pertahanan kami adalah strategi pertahanan defensif. Prospek pertahanan kami adalah pandangan defensif. Kami tidak memiliki aspirasi untuk memproyeksikan kekuatan di luar. Indonesia ingin menegakkan kemerdekaan kita dan tentu saja kita ingin melindungi kepentingan nasional kita. Prioritas kami adalah melindungi integritas dan kedaulatan negara," kata Prabowo.

Prabowo juga akan terus menjalin hubungan baik dengan negara-negara tetangga. Indonesia, ditegaskan Prabowo, tak akan berpihak kepada siapa pun. "Kami ingin memupuk hubungan pertahanan tanpa dimiliki oleh kekuatan tertentu. Indonesia tidak akan memihak pesaing utama dalam situasi dunia yang dilanda kecurigaan dan ketegangan saat ini," ujar Prabowo.

Selain itu, Prabowo menyampaikan Indonesia akan mengintensifkan upaya pemeliharaan perdamaian dunia. Salah satu yang dilakukan adalah pengiriman personel untuk pasukan penjaga perdamaian PBB. "Kami akan mengintensifkan upaya-upaya pemeliharaan perdamaian," ujar dia.

Menurut Prabowo, Indonesia akan menambahkan lebih banyak tentara dari berbagai angkatan untuk pasukan perdamaian PBB. Di luar hal itu, Prabowo memastikan TNI akan selalu menjadi tentara rakyat. "TNI lahir dari rakyat dan akan selalu menjadi tentara rakyat," ujar dia.

Ada rencana, pembelian Sukhoi ini akan dibarter dengan produk Kopi dari Indonesia. (tw)