Erick Thohir Bisa Dianggap Langgar Permen BUMN Jika Tunjuk Ahok Jadi Direksi

LIPUTAN KHUSUS- 15 November 2019 | 04:38:55 WIB | Dubaca : 173
Erick Thohir Bisa Dianggap Langgar Permen BUMN Jika Tunjuk Ahok Jadi Direksi

Menteri BUMN Erick Thohir bisa dianggap melanggar Peraturan Menteri BUMN jika mengangkat Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai direksi salah satu BUMN.

Demikian diungkapkan Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman kepada urbannews.id, Rabu (13/11/2019) petang.

"Kalau Ahok benar mau dicalonkan jadi salah satu Direksi BUMN, maka Erick Tohir bisa dianggap melanggar Permen BUMN Nomor 03 Tahun 2015 tentang Persyaratan menjadi anggota Direksi BUMN," ungkap Yusri.

Dibeberkan Yusri, Ahok tidak memenuhi syarat formal untuk menjadi direksi BUMN sesuai Permen BUMN tersebut.

Pada Bab II tentang Persyaratan Anggota Direksi BUMN dalam Permen BUMN Nomor 03 Tahun 2015, pada poin A angka 3, tentang Persyaratan Formal, disebutkan direksi perseroan adalah orang perorangan yang cakap melakukan perbuatan hukum, kecuali dalam waktu lima tahun sebelum pengangkatan pernah dihukum karena melakukan tindak pidana yang merugikan keuangan negara, BUMN, perusahaan dan atau yang berkaitan dengan sektor keuangan.

"Tentang persyaratan formal poin 3 ini, walau bisa dimentahkan dengan dalih Ahok dipenjara bukan karena merugikan keuangan negara atau BUMN, tapi Ahok tersangkut di persyaratan materiil," lanjut Yusri.

Diungkapkan Yusri, pada Bab II huruf B angka 6 Permen BUMN Nomor 03 Tahun 2015, disebutkan persyaratan materiil direksi perseroan adalah Perilaku yang baik.

"Faktanya, yang bersangkutan (Ahok,red) berperilaku yang melecehkan atau menghina agama lain sehingga dipenjara karena hal tersebut, itu berarti berperilaku tidak baik," ungkap Yusri.

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok bakal memimpin salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ahok hari ini bertemu Menteri BUMN Erick Thohir dan Ahok diminta untuk memimpin salah satu perusahaan pelat merah. Dan ternyata, bagi-bagi jatah kekuasaan ini terus berlangsung di rezim jokowi demi memenuhi permintaan para pendukungnya.

Belum jelas posisi serta BUMN apa yang bakal diisi mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. Namun, dari informasi berbagai sumber, Ahok digadang-gadang masuk ke salah satu BUMN besar yakni PT Pertamina (Persero). Ahok akan menjadi petinggi di BUMN migas itu, tapi belum pasti apakah sebagai direksi atau komisaris. (yd)