Pameran SIAL Interfood 2019 Jadi Salah Satu Peluang Bisnis Makanan dan Minuman Terbesar di Dunia

LIPUTAN KHUSUS- 14 November 2019 | 05:29:49 WIB | Dubaca : 166
Pameran SIAL Interfood 2019 Jadi Salah Satu Peluang Bisnis Makanan dan Minuman Terbesar di Dunia

Exibition Sial Interfood 2019 sebuah platform B2B yang sangat tepat karena karena didalamnya menyediakan berbagai peluang bisnis yang dapat ditawarkan.

"Kali ini Sial Interfood untuk ke-19 kalinya kembali hadir di Jakarta, Indonesia, yang diikuti 900 peserta dari 30 negara," ujar Daud D Salim Selaku Chief Executive Officer PT Kristamedia Pratama dalam sambutannya di pembukaan pameran Sial Interfood 2019, berlangsung mulai hari ini, Rabu (13/11) hingga Sabtu (16/11) di JI Expo, Kemayoran, Jakarta.

Daud D Salim mengungkapkan rasa terimakasih atas dukungan pemerintah selama ini, atas terselenggaranya acara Sial Interfood 2019.

Dalam kesempatan yang sama Kementerian Perindustrian melalui Direktur Jenderal Industri Agro Abdul Rochim menyampaikan dukungannya pada Sail Interfood 2019 karena dianggap sebagai terobosan yang tepat mengenalkan produk-produk makanan dan minuman baik dalam maupun luar negeri ke masyarakat.

“Dengan demikian, diharapkan ekspor industri makanan dan minuman dapat terus meningkat melalui promosi pada pameran-pameran yang diikuti,” ujar Rochim.

Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi. S Lukman mengatakan, kontribusi industri Mamin terus mengalami peningkatan. Menurut pengakuannya peningkatan kontribusi Mamin menjadi target utama.

"Lokal brand harus mendunia, dan di beberapa event internasional kami ingin menampilkan Indonesia secara utuh. Kita perlu berkolaborasi, harus ada industri yang menyokong," pungkasnya.

Dalam acara tersebut diikuti lebih dari 30 negara yang berpartisipasi, seperti: Australia, Argentina. Belanda, Belgium. China. Dubai, Ecuador, India, Indonesia. Itali. Jepang. Jerman. Korea Selatan, Kuwait, Lithuania, Malaysia, Mesir, Palestine, Pakistan, Perancis, Polandia, Saudi Arabia, Singapura, Turki, Timor Leste, Thailand, USA, Vietnam, dan Yunani.

Seperti sudah kita ketahui industri makanan dan minuman merupakan industri strategis dan salah satu industri prioritas dalam percepatan implemenfasi Making Indonesia 4.0.. Hal tersebut dapat terlihat pada kontribusi Industri makanan dan minuman yang mencapai 6,25% terhadap PDB nasional dan 37% terhadap PDB industri pengolahan non migas pada triwulan III tahun 2019, dengan laju petumbuhan sebesar 7,72% (C to C).

Realisasi investasi industri makanan dan minuman periode Januari-September 2019 mencapai Rp26,39 Triliun untuk PMDN dan 1 miliar USD untuk PMA. Jumlah tenaga kerja di sektor industri makanan dan minuman pada Februari 2019 sebanyak 5,2 juta orang atau 28,52 % dari total tenaga kerja industri pengolahan yang mencapai 18,2 juta orang.

Ekspor produk makanan dan minuman (termasuk minyak kelapa sawit) pada periode Januari-September 2019 sebesar 19,31 miliar USD dengan nilai impor sebesar 8,78 miliar USD sehingga neraca perdagangan bernilai positif. Keikutsertaan dalam pameran berskala internasional seperti pameran SIAL Interfood 2019 diharapkan menjadi salah satu cara dalam rangka meningkatkan ekspor produk makanan dan minuman sehingga diharapkan Indonesia mampu menjadi pemain industri makanan dan minuman terkemuka di ASEAN.

Ditargetkan pengunjung Sial Interfood 2019 sebanyak 82.000 pengunjung dari dalam dan luar negeri, yang nantinya akan menampilkan lebih dari 28 sektor, antara Iain produk susu dan telur, keju, ikan dan produk hasil laut, buah dan sayuran, produk makanan sehari-hari, produk bakery, Ingredients cokelat, kopi dan teh, gelato dan es krim, minuman beralkohoI dan non alkohol, produk makanan sehat, produk makanan kalengan, produk makanan organik, produk makanan beku, peralatan horeca dan catering, perlengkapan, memasak serta peralatan memasak, pengemasan kue, mesin Pendingin, mesin kasir, acessories dan mesin bakery, mesin pengolah makanan dan minuman dengan teknologi terbaru. (utw)