Debat Raker Komisi I, Prabowo Jelaskan Mengapa Anggaran Kemenhan Harus Dilakukan Secara Tertutup

LIPUTAN KHUSUS- 12 November 2019 | 05:41:07 WIB | Dubaca : 145
Debat Raker Komisi I, Prabowo Jelaskan Mengapa Anggaran Kemenhan Harus Dilakukan Secara Tertutup

Rapat kerja (raker) Komisi I DPR RI dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto diwarnai debat soal pemaparan anggaran. Anggota Komisi I Effendi Simbolon meminta pemaparan anggaran.

Effendi awalnya mempertanyakan paparan Prabowo yang tidak menyinggung soal anggaran Kemenhan. Dia meminta Prabowo memaparkan anggaran Kemenhan.

"Saya ingin meminta (anggaran Kemenhan) sekaligus dipaparkan, karena di sini ada dukungan anggaran. Tapi saudara Menhan tadi tidak menyinggung, hanya visi misi dan itu juga masih visioner. Jadi dukungan anggarannya seperti apa, karena di sini ada. Tolong disampaikan," kata Effendi dalam raker di ruang rapat Komisi I DPR, kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/11/2019).

Permintaan Effendi kemudian direspons oleh anggota Komisi I lainnya yakni Syaifullah Tamliha. Anggota dari Fraksi PPP itu menyinggung hasil rapat ketua kelompok fraksi (kapoksi) Komisi I sebelum raker dengan Menhan digelar.

Tamliha menyebut selama ini pembahasan anggaran dalam rapat kerja bersama Menteri Pertahanan sebelumnya selalu digelar tertutup.

"Sesuai kesepakatan rapat dengan kapoksi untuk anggaran nanti sesinya tertutup," ucap Tamliha.

Prabowo menyatakan bersedia membahas soal anggaran secara tertutup.

"Saya kira demikian. Saya katakan mengenai yang rinci, bersifat teknis dan anggaran, saya mohon tertutup. Kita akan sampaikan, kita akan bahas," jelasnya.

Anggota Komisi I dari Fraksi Gerindra Sugiono juga menginterupsi. Dia meminta soal sifat raker tertutup atau terbuka didasari atas keputusan Prabowo selaku Menhan.

"Kesepakatan yang tadi kita ambil di pada saat kapoksi berkumpul. Namun, jika oleh rekan-rekan dirasa ada yang perlu disampaikan, saya kira keputusan tersebut kalau boleh disampaikan diambil oleh Menhan, karena beliau yang paham, juga hal-hal mana yang seharusnya disampaikan dalam rapat ini secara terbuka dan mana yang tertutup," terangnya.

Setelah itu pimpinan raker, Meutya Hafid mengambil alih rapat. Dia meminta Prabowo menyampaikan pandangan.

Prabowo mengaku bahwa awalnya dia mengira raker dengan Komisi I bersifat tertutup sejak awal. Namun, mantan Danjen Kopassus itu mengaku bersedia jika raker bersifat terbuka.

"Jadi sedapatnya, saya sebetulnya mengira bahwa seluruhnya ini adalah tertutup sebagaimana menhan-menhan yang dulu. Jadi itu sikap saya. Kalau kita mau ulangi soal anggaran bisa. Maksudnya apa? Kan kita sudah tahu anggarannya, 131 (Rp 131 triliun) sekian-sekian, komponennya kan sudah tahu. Tapi kalau memang dibutuhkan, saya siap," tutur Prabowo.

Menhan Prabowo berusaha menjelaskan bahwa untuk mengungkap anggaran Kemenhan harus dilakukan secara tertutup karena menyangkut keamanan negara, maka harusnya pihak DPR harus mengikuti prosedur yang sudah berjalan selama ini. (utw)