Pameran SIAL Interfood 2019 Akan Diikuti oleh 880 Perusahan dari 30 Negara di Dunia

GAYAHIDUP- 11 November 2019 | 18:39:44 WIB | Dubaca : 170
Pameran SIAL Interfood 2019 Akan Diikuti oleh 880 Perusahan dari 30 Negara di Dunia

Industri makanan dan minuman Indonesia siap unjuk gigi di pameran berskala internasional makanan, minuman, jasa boga, hotel, restoran dan cafe, serta bakery The Global Food Marketplace atau Salon International de I’alimentation (SIAL INTERFOOD) di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta, pada 13-16 November 2019.

PT. Kristamedia Pratama, sebagai penyelenggara pameran ini mengandeng sejumlah pihak, termasuk Kementerian Perindustrian, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi kreatif, serta Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi).

Daud D Salim, Chief Executive Officer PT Kristamedia Pratama, mengatakan SIAL Interfood 2019 akan memberikan berbagai peluang bisnis bagi seluruh peserta pameran untuk mempromosikan produk, melakukan bisnis dan mencari solusi untuk kebutuhan bisnis bersama. Pameran tahunan ini juga akan menjadi pilihan yang tepat bagi pelaku usaha makanan dan minuman yang ingin mencari dan menemukan inovasi baru.

"Pameran ini diharapkan mampu mendorong kebangkitan kuliner Indonesia sekaligus menjadi salah satu daya tarik bagi pariwisata Tanah Air," kata Chief Executive Officer PT Kristamedia Pratama, Daud D Salim dalam konferensi pers di Kementerian Perindustrian-Jakarta, Senin (11/11/2019).

"Ini Pameran yang ke-19 dan cukup spesial karena ada peningkatan peserta pameran yang mencapai 10-15 persen dibanding tahun lalu," ujarnya.

SIAL interfood 2019 merupakan sebuah platform B2B yang sempurna karena menyediakan berbagai peluang bisnis seluruh peserta pameran untuk mempromosikan produk, melakukan bisnis dan mencari solusi untuk kebutuhan bisnis bersama.

Daud berharap penyelenggaraan pameran internasional makanan seperti dalam pameran SIAL Interfood 2019 ini dapat mendorong kebangkitan industri makanan dan minuman terkemuka di ASEAN.

"Diharapkan pula bisa mendorong peningkatan kualitas dan standar kuliner kita," katanya.

Perhelatan ini diharapkan dapat mendatangkan 82 ribu pengunjung dari mancanegara. Daud menjelaskan kemajuan industri pariwisata nasional tak lepas dari meningkat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang tahun ini ditargetkan 17 juta orang. Selain itu ditargetkan pula ada 265 juta pergerakan wisatawan nusantara.

Menampilkan lebih dari 28 sektor, antara lain produk susu dan telur, keju, produk hasil laut dan minuman dengan teknologi terbaru.

"Ekspor produk makanan dan minuman pada periode Januari-September 2019 sebesar 19,31 miliar USD dengan nilai impor sebesar 8,7 miliar USD sehingga neraca perdagangan bernilai positif," ujar Daud.

Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Abdul Rochim menjelaskan sejauh ini sektor makanan dan minuman (mamin) menjadi industri strategis dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang terus meningkat. Hingga kuartal III/2019, jelasnya, kontribusi sektor tersebut sudah mencapai 36% bagi PDB dan diharapkan terus meningkat.

Pada saat yang sama, ujarnya, kinerja dan investasi sektor mamin terus bertumbuh. Industri mamin pada periode Januari - September 2019 bertumbuh 7,72%.

"Inilah pentingnya pameran bagi industri mamin. Investasi meningkat sehingga perlu pemasaran untuk memperkenalkan produk, baik dari dalam maupun luar negeri," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum GAPMMI Adhi S. Lukman mengatakan bahwa saat ini industri mamin kian potensial. Dia berharap kinerja sektor ini bisa terus meningkat dan mencapai kisaran 8% - 9% pada akhir tahun ini. Salah satu upayanya adalah dengan mempromosikan produk mamin nasional di SIAL Interfood 2019.

"Pameran ini akan menampilkan produk-produk baru yang bisa diadaptasi dan ditingkatkan daya saingnya agar bisa go internasional. Local brand harus mendunia," ujarnya.

Rencananya pameran ini diikuti lebih dari 880 perusahaan nasional maupun internasional dari 30 Negara di dunia serta dihadiri oleh 82.000 pengunjung dari dalam dan luar negeri. Selain itu, pameran makanan dan minuman ini akan menampilkan 28 sektor, antara lain produk susu dan telur, keju, daging, ikan dan produk hasil laut, buah dan sayuran, kopi, minuman-minuman, peralatan masakan dan masih banyak lainnya.

Ratusan perusahaan itu berasal dari 30 negara seperti: Australia, Argentina, Belanda, Belgia, China, Dubai, Ekuador, India, Itali, Jepang, Jerman, Korsel, Kuwait, Lithuania, Malaysia, Mesir, Palestina, Pakistan, Prancis, Polandia, Saudi Arabia, Singapura, Taiwan, Turki, Timur Leste, Thailand, USA, Vietnam dan Yunani.

Pameran Sail Food juga nantinya akan menghadirkan program-program menarik lainnya seperti: Sial Innovations, La Cuisine Competition (penampilan para chef) dan beberapa kompetisi dan perlombaan di bidang makanan dan minuman.

Ini merupakan Pameran Internasional Tahunan Terbesar Makanan, Minuman, HORECA, Jasa Boga dan Bakery terbesar kedua setelah Pameran makanan Paris.

Hadir pula di acara konferensi pers ini, perwakilan dari Kementerian Pariwisata, SCAI (Specialty Coffee Association Indonesia), Asosiasi Specialty Tea Indonesia, dan yang lainnya. (utw)