Anggota DPR RI asal Aceh: Menag tak Perlu Produksi Wacana Kontroversial yang Bikin Gaduh Publik

FOKUS PERISTIWA- 04 November 2019 | 14:03:03 WIB | Dubaca : 122
Anggota DPR RI asal Aceh: Menag tak Perlu Produksi Wacana Kontroversial yang Bikin Gaduh Publik

Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi diingatkan agar tidak memproduksi wacana-wacana kontroversial yang bikin gaduh publik.

Menag disarankan lebih baik mengoptimalkan kinerjanya sebagai Menteri Agama.

Hal ini disampaikan anggota DPR RI Fraksi PKB dari Dapil Aceh 2, H Ruslan M Daud yang akrab disapa HRD, Sabtu (2/11/2019).

Sebagai orang Aceh, HRD mengaku bangga jika Menag Fachrul Razi melakukan terobosan-terobosan substantif.

Seperti memaksimalkan langkah reformasi sistem birokrasi di semua tingkatan organisasi Kementerian Agama, menciptakan tata kelola pemerintah yang transparan, akuntabel dan kredibel.

"Di samping itu, Menteri juga harus memikirkan secepatnya turunan UU Pesantren yang sudah disahkan DPR September silam," ujar Bupati Bireuen periode 2012-2017.

HRD berpendapat bahwa busana tidak ada kaitannya dengan radikalisme dan terorisme.

Memakai cadar dan celana cingkrang itu adalah budaya Arab yang masuk ke Indonesia dan kemudian berkembang di sini.

Ad

"Mengapa kita tidak saling menghargai terhadap keberagaman budaya," ujar HRD.

Meskipun pensiunan jenderal tersebut mendapat tugas khusus dari Presiden untuk mengurus soal radikalisme di ranah agama, anggota DPR RI Komisi V ini meminta kepada Menag Fachrul Razi untuk mengkaji secara mendalam tentang wacana pelarangan memakai cadar dan celana cingkrang bagi ASN.

"Hemat saya, hal-hal simbolik begini tidak perlu diatur kaku karena bagaimanapun juga cara orang berpakaian merupakan hak individu," lanjut HRD.

Diterangkan, substansi berbusana bagi seorang muslim adalah menutup aurat. Bagi ASN juga punya aturan. (dn)