Pidato Jokowi Saat Pelantikan Tentang Ekonomi Indonesia Hanya Jual Mimpi, Tak Ada Program Kerja

EKONOMI- 22 Oktober 2019 | 00:27:16 WIB | Dubaca : 150
Pidato Jokowi Saat Pelantikan Tentang Ekonomi Indonesia Hanya Jual Mimpi, Tak Ada Program Kerja

Ramai masyarakat mengomentari pidato pak Jokowi saat dirinya dilantik sebagai Presiden untuk kedua kalinya. Terutama soal harapan pak Jokowi bahwa tahun 2045 Indonesia menjadi negara maju dengan pendapatan perkapita perbulan Rp 27 juta.

Inti komentar ramai tersebut adalah masyarakat menganggap harapan pak Jokowi itu terlalu jauh. Masyarakat berpendapat, sebaiknya pak Jokowi realistis. Yakni; konsen perbaikan ekonomi NKRI lima tahun kedepan, di masa jabatan keduanya sebagai Presiden NKRI. Sebab hal itu akan menjadi fondasi bagi NKRI menjadi negara maju dengan pendapatan Rp 27 juta per kapita per bulan seperti yang ia harapkan.

Pidato Presiden Joko Widodo usai pelantikan keduanya di Gedung MPR RI, Minggu kemarin (20/10), dinilai terlalu mengawang-awang. Bahkan, tak ada program kerja yang tegas akan dilaksanakan dalam periode keduanya sebagai Presiden RI. "Pidato Jokowi saat pelantikan hanya jual mimpi, tak ada program kerja," ucap Iwan Sumule, dalam keterangan tertulisnya, Senin (21/10).

Iwan tak asal cuap. Dia menunjuk isi pidato Jokowi yang menargetkan pendapatan per kapita Indonesia pada 2045 akan mencapai 320 juta per tahun. Padahal, masa kerjanya hanya sampai 2024.

Jokowi mimpikan di tahun 2045 pendapatan per kapita Indonesia Rp 320 juta per tahun dengan perkiraan jumlah populasi 321 juta jiwa. Jauh banget bikin rencana targetnya. Padahal masa jabatan hanya 5 tahun," kritik politikus Partai Gerindra ini. "Tak ada target jangka pendek, langsung target jangka panjang 26 tahun," imbuhnya.

Secara tegas Iwan pun menilai prediksi tersebut terlalu bermimpi. Pasalnya, selama periode pertamanya sebagai Presiden, Jokowi tak mampu membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia melesat.

Harapan pak Jokowi itu bukan sekedar soal pendapatan perkapita Rp. 27 juta per bulan. Tapi bisa mungkin, dibalik itu ada harapan lainnya. Yaitu, harapan berkuasa lebih lama lagi dari sekedar cuma dua periode.

Tahun 2045 apabila dihitung mundur sejak Jokowi mulai berkuasa tahun 2014, jumlahnya adalah 31 tahun. Maka, bisa saja kita memaknainya bahwa Jokowi berharap berkuasa selama 31 tahun.

Secara tidak langsung pak Jokowi mengisyaratkan ingin menciptakan milestone dimasa ia memimpin NKRI. Yakni merubah NKRI menjadi negara maju dengan pendapatan per kapita per bulan Rp 27 juta. Tapi untuk mewujudkan Milestone tersebut, Jokowi butuh berkuasa selama 31 tahun.

Pun kalau harapan Jokowi memang menginginkan berkuasa selama itu demi menciptakan Milestone.

Lihat saja presiden kita terdahulu. Berkuasa selama 23 tahun, Milestone Bung Karno; Kemerdekaan NKRI diakui dunia. Berkuasa selama 32 tahun, ‘Milestone Pak Harto ialah pembangunan disegala bidang. Lalu ketika SBY berkuasa hanya 10 tahun, belum terlihat kan Milestone SBY...??

Nah, wajar kan jika Jokowi ingin membuat Milestone yang dahsyat dengan berkuasa selama lebih dari 4 periode, seperti halnya Bung Karno dan Pak Harto. Kan jadinya ngga gagah apabila Milestone semasa ia memimpin NKRI, yang nanti akan dikenang oleh rakyat NKRI ialah hutang banyak dan impor banyak. (yd)