Lions Club Indonesia akan Rayakan White Cane Safety Day Tanggal 15 Oktober di Balai Kota DKI Jakarta

GAYAHIDUP- 10 Oktober 2019 | 09:46:57 WIB | Dubaca : 268
Lions Club Indonesia akan Rayakan White Cane Safety Day Tanggal 15 Oktober di Balai Kota DKI Jakarta

Dalam rangka memperingati Hari Tongkat Putih atau dengan istilah terkenalnya White Cane Safety Day yang diperingati di seluruh dunia setiap tanggal 15 Oktober. Secara internasional, pertama kali dirayakan pada tahun 1964, setelah proklamasi oleh Presiden Lyndon B. Johnson.

"White Cane Safety Day adalah hari perayaan pencapaian para penyandang tunanetra. "Tongkat Putih" adalah alat mobilitas penting bagi orang-orang seperti itu dan juga simbol kemerdekaan mereka. Tongkat Putih telah digunakan oleh para penyandang tuna netra selama berabad-abad, tetapi Tongkat Putih diperkenalkan secara memasyarakat awal abad ke-20. Tongkat dicat putih agar lebih mudah terlihat. Di Amerika Serikat, Tongkat Putih diperkenalkan dan dipromosikan oleh Lions Clubs International," Jelas Dra. Khoe Ribka selaku Ketua Komite Acara White Cane Day.

Sehubungan dengan hal tersebut, pada tanggal 15 Oktober, Pukul 09:00 - 12:00 Lions Clubs Indonesia Distrik 307 A1 dan B1, mengadakan "Perayaan White Cane Day" di Balai Agung, Balai Kota, Provinsi DKI Jakarta.

Di dalam acara "WHITE CANE DAY" tersebut, mengundang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk memberikan kata sambutan dan bingkisan secara simbolik kepada saudara kita penyandang Tuna Netra DKI Jakarta, serta acara ini juga akan dibuka langsung oleh Gubernur Distrik 307 A1 Dr. Anwar Budiman.

Peserta tunanetra peringatan Hari Tongkat Putih Sedunia/White Cane Day terdiri dari 150 orang dengan 25 orang pendamping. Mereka berasal dari komunitas di antaranya adalah:
1. Yayasan Pelita Monas
2. Lembaga Daya Dharma (Leticia KA)
3. Forum Tunanetra Alumni PSBN Tanmiat (Fatta)
4. Ikatan Tunanetra Alumni Yayasan Kartika Destarata ( Itades)
5. Himpunan Tunanetra Akumni PSBN Cahaya Batin Cawang (Hitaca).

"Lions Clubs Internasional Distrik 307 A1 dan B1 akan memberikan kesempatan mereka untuk tampil dipanggung mempertunjukkan kemampuan mereka," lanjutnya.

Mereka yang akan tampil adalah pemain musik Guitar dan Biola serta Vokalis dari Sanggar Pelita Monas. Selain itu juga ada koor dan ansambel dari Lembaga Daya Dharma (Leticia KA). Dan akan ada penjelasan dari Mimi Institute mengenai keberadaan dan potensi para dissabilitas yang dapat menjadi perhatian pemerintahan kota dan masyarakat.

"Selain itu juga kami akan memberikan 5 (lima) Laptop Braille yang dapat membantu para tunanetra berselancar di internet dan menggunakan komputer. Tali kasih kami berupa goodie bag berisi tongkat putih, kacamata hitam, tumbler minum, dompet uang kecil dan handuk, yang dapat mereka gunakan diaktifitas keseharian mereka, tutup Dra. Khoe Ribka. (utw)