Warganet Kecewa,Jokowi dan Para Musisi Pendukungnya ini Justru Akan Gelar Konser saat Negeri Berduka

HIBURAN- 02 Oktober 2019 | 07:56:08 WIB | Dubaca : 187
Warganet Kecewa,Jokowi dan Para Musisi Pendukungnya ini Justru Akan Gelar Konser saat Negeri Berduka

Usai puluhan musisi temui Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan Bogor, Senin (30/9) kemarin, banyak pihak yang mengaku kecewa, karena konser akan digelar, saat kondisi negara sedang tidak baik.

Disampaikan oleh akun Twitter resmi Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, rencana pagelaran bertajuk “Musik untuk Republik” itu, akan digelar Oktober mendatang.

"Sejumlah musisi dari beragam genre bertemu Presiden @jokowi, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (30/9) siang," tulis @setkabgoid, Senin (30/9).

"Mereka melaporkan rencana pagelaran "Musik untuk Republik" yang akan berlangsung di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta, 18-20 Oktober mendatang," sambungnya.

Cuitan Setkab itu pun langsung diramaikan oleh komentar-komentar dari warganet.

Sangat miris melihat Jokowi serta para pendukungnya malah memilih bersenang-senang diatas penderitaan rakyat, DPR pun cuek.

Mereka mengaku kecewa, dan menanyakan di mana nurani mereka, karena bisa memikirkan "konser", saat negara sedang tidak baik, seperti saat ini.

Pak, Mahasiswa rusuh, anak STM ikut rusuh. Korban dari mahasiswa 2 orang meninggal dunia karena peluru tajam, dan puluhan lainnya terluka karena tindakan aparat. Apa solusinya pak?

Dia hening, terlihat sibuk dengan urusan lain.

Pak, Papua membara, wamena banyak korban di sana. Mereka butuh penanganan segera. Berikan solusi agar masalah di wamena bisa terselesaikan dan semua masyarakat papua bisa aman beraktifitas. Ada undangan buat bapak untuk datang kesana. Sudikah bapak datang ke papua?

Dia kembali tak berkata, hanya melakukan aksi bersepeda bertandem ibu negara. Tersenyum seolah semua ancaman perpecahan negeri tidak ada.

Lalu, kemarin dirinya mengundang para musisi yang mempunyai nama di jamannya. Ada sebuah kesepakatan yang di jalankan. Menggelar konser kebangsaan, yang tanggalnya kebetulan sesuai hari pelantikan.

Tanggal 18-20 acara di rencanakan. Penutupan acara, tanggal 20 oktober dimana dirinya di lantik untuk ke-2 kalinya.

Ada apa ini pak?

Kami meminta solusi, kami meminta penanganan dan kerja atas keributan selama 1 bulan ini. Mengapa justru konser artis tua yang di majukan? Jika konser kebanggsaan itu bertujuan merekatkan kembali persatuan dan kesatuan, mengapa cibubur yang di pilih sebagai lokasi?

Mengapa bukan wamena di mana persatuan NKRI sedang terancam di sana?

Benar-benar tak ada hati. Baik presiden maupun para musisi tua itu sama saja. Bangga karena di undang ke istana, membuat mereka mengangguk apa saja permintaan kepala negara. Saya pikir, ada sesuatu di istana yang membuat orang akan selalu mengangguk setuju atas apa yang di bicarakan di sana.

Ketua buruh yang keras suaranya, kemarin pun menjadi lunak berkata. Istana horor, menyimpan aura mistia karena bisa mengubah pemikiran orang kala air minum sudah masuk tenggorokan.

Sebagai rakyat indonesia, saya pribadi gak membutuhkan konser kebangsaan itu. Dan saya yakin saudara di papua maupun para peserta aksi selama ini pun gak butuh acara hura’hura yang habiskan uang negara.

Beberapa bulan lalu, juga ada acara kebangsaan di jawa tengah. Anggaran 18M habis dalam 1 hari. Semua elemen di undang, ada kyai ternama juga datang ke sana. Tujuannya mulia, merekatkan kembali indonesia yang di anggap terpecah.

Namun apa hasilnya?

Uang habis percuma, namun tujuan tidak di dapat karena niatnya memang sekedar ceremony tanpa perlu di bawa ke hati. Dan sekarang, kembali ingin di ulang lagi. Berapa milyar uang akan habis untuk acara 1 hari? 5M..10M atau 30M?

Sementara itu, sumatera barat sedang menggalang dana. Memanggil anak rantau berpartisipasi membantu saudara di wamena pulang ke kampung halamannya. Membutuhkan dana 2,5M saja, namun anggaran daerah tidak ada karena penggunaannya sesuai pengajuan.

Akhirnya jalan mengemis pada anak negeri yang peduli di jalankan. Membawa kotak sumbangan untuk meminta partisipasi. Hanya 2,5M dana yang di butuhkan. Ketidak mampuan negara hadir, membuat daerah bergerak menyelamatkan keturunannya.

Andai saja di istana kemarin adalah manusia yang berunding, pastinya akan ada penolakan atas konser kebangsaan yang di adakan.

Andai saja ada kepedulian seorang manusia di istana, pastinya ada yang berkata bahwa lebih baik membantu saudara di wamena, memberikan santunan pada korban kekerasan aparat dari pada menggelas pesta kemenangan periode ke-2 berbungkus acara kebangsaan.

Sayangnya, mereka bukan manusia. Wujud mereka saja seperti manusia, namun hati dan otaknya bukan milik manusia. Nama besar artis hanya sebuah hiasan di dinding. Dingin hatinya, dan mati empatinya.

Lebih mulia hati selebgram yang sering di bully, Awkarin dan Young Lex.

Mereka berani turun ke lokasi memberikan bantuan pada mahaiswa, dan memberikam beasiswa pada anak STM yang membawa bendera merah putih. Walau terbilang baru menjadi seleb, namun empati mereka ada. Sering di bully netizen, gak membuat mereka membutakan kepedulian.

Ini udah gila

Ketika pemimpin mati hati, ketika pemujanya gak ada otak, maka kita akan sering melihat kelakuan rendahan dari sosok yang mengaku manusia. Di saat ada yang berurai air mata meminta perhatian, justri kesenangan yang di tampilkan.

Luar biasa jokowi sukses merangkul artis agar mengikuti langkah diam mu.

Zacky: Jadi bener kan kata jan etes di vlog kakeknya kemaren: di istana itu banyak binatangnya. Saudara-saudaraku di Wamena yang meregang nyawa, di Ambon yang terkena gempa, rekan-rekan mahasiswa yang masih berduka, mohon maaf, pak presiden sedang sibuk, ada urusan yang jauh lebih penting dari kalian. Maaf ya.

Dewa: Pesta di atas duka, tertawa di atas darah, menari di atas tangis, gembira di atas derita. Kami sudah gak peduli lagi, terserah kalian mau apa. Tapi tolong, jangan pertontonkan ke-dungu-an ke dunia internasional. Mata dunia sedang tertuju ke Wamena, dan aksi massa di mana-mana.

Wahis: Dicari: Kepekaan pemimpin terhadap kondisi negara yang sedang dipimpinnya.

Satowi: Pantaskah diadakan di tengah carut-marut dan ketiadaan kehadiran pemerintah di banyak konflik? Istighfar kalian.

Saut Situmorang: Para badut rezim sedang berusaha mengalihkan perhatian publik dari demo rakyat dengan purak-purak berkesenian.

Sigit: Karhutla Riau dan Kalimantan, demo masih ada, gempa di Maluku, Ambon, tragedi Wamena. Apa negara gak berpikir dulu menyelesaikan itu? Gimana mau dihargai kalau Presiden di tengah kondisi begini, masih mikirin konser gak penting!

Handoko: Izin usul Bapak @jokowi. Tunda pagelarannya. Bukan waktu yang tepat. Bukan juga sarana yang tepat untuk menunjukkan Indonesia aman tentram damai. Uangnya dihemat buat saudara-saudari di Wamena hingga Ambon.

Vai: Nurani kalian di mana? Wamena berduka. Mahasiswa meninggal. Mahasiswa hilang. Kalian malah mau nyanyi-nyanyi? Rakyat didak butuh nyanyian, Pak! Atasi saja rintihan Ibu Pertiwi.

Bahkan, lebih lanjut drummer Pas Band, Sandy Andarusman mengatakan, konser yang digelar gratis dan terbuka untuk umum itu, akan dimeriahkan oleh sedikitnya 68 musisi Indonesia.

Rencananya, kata Sandy, Jokowi juga akan hadir dalam pagelaran tersebut. Bahkan, para musisi berharap, ia bisa ikut tampil dan unjuk kebolehan di atas panggung.

"Kita tunjukkan ke seluruh dunia bahwa Pak Presiden adalah ikon persatuan seluruh Indonesia," kata Sandy, seperti dilansir Antara, Senin (30/9).

Siapa saja musisi yang dipastikan siap berkontribusi dalam kegiatan tanpa sponsor itu?

Ada Slank, BIP, Godbless, Pilotz, Zi Factor, Gugun GBS, Superglad, Edane, Siksakubur, Familys Group, Sandhy Sondoro, Denny Frust, Serian Band, Gorby The Comen Rasta, NTRL, Iwa K, Pas Band, dan Tony Q Rastafara.

Ada juga Tipe X, Orind Band, Cokelat Band, /Rif, Steven n Coconut Treez, Elpamas, Voodoo, Electric Cadillac, dan Edo Kondologit.

Trio Rita Effendi-Agus Wisman-Yana Julio, Java Jive, Jakarta Blues Factory, The Fly, KLA Project, Caffeine, Mathology, Bunga, Roy Ricardo, Eitaro, dan Ben Utomo juga termasuk dalam daftar penampil.

Sudah? Belum. Karena masih ada Dycal, Revenge The Fate, Jecovox feat John Paul Ivan, Kikan, Candil, Saint Loco, Kotak, Naff, The Groove, The Scout, Jamrud, Glenn Fredly, Kadri, Take Over, Inul Daratista, hingga Siti Badriah.

Kalo kata Rhoma Irama " SUNGGUH TERLALU " . (dn)