Cak Nun : Demokrasi Sontoloyo Ala Komunis Gaya Baru di Rezim Jokowi

TOKOH- 21 September 2019 | 16:45:29 WIB | Dubaca : 8180
Cak Nun : Demokrasi Sontoloyo Ala Komunis Gaya Baru di Rezim Jokowi

Umat Islam Tidak pernah melakukan diskriminasi terhadap minoritas kususnya Tionghoa, yang terjadi saat ini adalah adu domba menebar ketakutan dan kebencian terhadap sesama anak bangsa demi kepentingan golongan untuk memecah Kedaulatan, yang terjadi ahkir ahkir ini justru dari yang mengaku minoritas tapi menguasai segala lini bahkan berani mengaduk aduk kedaulatan NKRI dengan memprovokasi tanah papua ,apakah dia Islam? Bukan.

Tapi sungguh disayangkan ada beberapa dari kelompok yang lahir besar dan numpang makan di tanah bumi pertiwi mendukung provokasi tersebut dengan mengatasnamakan Demokrasi kebebasan menyampaikan pendapat yang didukung oleh HAM.

Maka ,bisa dibilang tatanan negri ini mulai tergerus oleh revolusi Mental sontoloyo yang liberalisasi.

Sedikit kembali sebelum dimenngkanya capres 01 oleh mk dan kpu, ada Perbedaan Mencolok Isu yang di lemparkan ke masyarakat.

Tim Koruf menggambarkan selera mayotitas rakyat Indonesia yang melankonlis dan suka pencitraan pencitraan semu, makanya sinetron2 lebay dari politikus jadi acara favorit. Tak lain untuk menggambarkan sosok sederhana dari sang calon, kemudiaa isu khilafah dari mana awal asalnmuasalnya, mungkin bisa jadi justru ada grombolan penghianat dr 02 yang Mungkin bermain utk mencari sesuap nasi, karakter dungu pikiran tdk rasional seperti itulah yg membuat Indonesia dijajah 350 tahun.

Tim Prabowo Sandi lebih menyoroti masalah ketidak beresan pengelolaan negara, membongkar citra dan janji palsu Incumbent, serta ekonomi juga kedaulatan yg tergadaikan.

Jadi sekarang kita bisa bedakan mana yang serius mau urus negara ini dan mana yg memenuhi syahwat kekuasaan dg pencitraan dan isu2 melankolis?

Melihat hal itu , sangat benar apa yang di katakan Cak Nun,
Dinegara Demokrasi kamu bebas bicara apa saja tapi duit harus cari sendiri.

Dinegara komunis makan dicukupi tapi kamu gak boleh kritik pemerintah. Di Indonesia kamu dilarang kritik pemerintah dan uang kamu juga cari sendiri, Jadi apakah indonesia sudah menuju arah Demokrasi Komunis Ala Penjajah Gaya Baru. Apalagi di bulan September ini adalah sakral di NKRI yaitu sejarah G30S/PKI yang kelam. Semoga tidak terulang lagi. (tw)