Membangun Karakter Anak Bangsa Yang Berjiwa Pancasila dan Anti Komunis

GAYAHIDUP- 19 September 2019 | 07:15:48 WIB | Dubaca : 160
Membangun Karakter Anak Bangsa Yang Berjiwa Pancasila dan Anti Komunis

Sebanyak 100 Siswa dan Siswi dari SMA dan SMK serta para guru pendamping dari masing-masing sekolah yang mengikuti Wasbang Peningkatan Pemahaman Ideologi Bangsa dalam rangka membangun karakter anak bangsa yang berjiwa pancasila bagi pelajar SMK/SMK Kota administrasi Jakarta Barat, yang diselenggarakan di Hotel Gerbera KM 17 Cipayung Bogor, Rabu 18 September 2019.

Giat tersebut diselenggarakan oleh Suku Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Administrasi Jakarta barat, yang berlangsung dari tanggal 18-20 september 2019, dengan para peserta dari beberapa SMA dan SMK Jakarta Barat, diantaranya SMA 23, SMA 33, SMA Harapan Jaya , SMA Alhuda , SMK Nusantara, SmK Yadika 2, SMK Josua, SMK Tunas Harapan.

Wasbang Peningkatan Pemahaman Ideologi Bangsa yang di paparkan oleh Lettu Inf Sriyanto (Pasi Intel Kodim 0503/Jakarta Barat) dalam paparannya menyampaikan, dalam rangka membangun karakter anak bangsa yang berjiwa pancasila hendaknya para pelajar harus memahami dan mengerti wawasan kebangsaan dan bela negara, dan sebagai generasi penerus bangsa, harus memiliki jiwa patriotism dan nasionalisme yang tinggi, serta memahami nilai-nilai yang terkandung dalam lima butir Pancasila dan anti Komunis.

"Bela Negara merupakan sikap dan perilaku warga negara yang memiliki jiwa kecintaan kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara,” Pungkas Sriyanto.

Bangsa Indonesia kurang lebih 350 Tahun dijajah oleh Belanda, Kenapa kita dijajah begitu lama ? padahal pejuang - pejuang kita banyak, seperti Iman Bonjol, Pangeran Diponegora, Sisingamangaraja, Pattimura, Pangeran Antasari, Cut Nyak Dien.

"Dijajah begitu lama Karena Perjuangan mereka masih bersifat kedaerahan, sehingga masih dipecah belah oleh Penjajah,"papar Sriyanto

Tahun 1908 lahirlah Kebangkitan Nasional oleh Budi Utomo, dari sinilah Kebangkitan Pemuda Indonesia mulai bersatu dan bangkit melawan Penjajah.
Dan tahun 1928 lahirlah Sumpah Pemuda, yang menyatukan Bangsa Indonesia dengan Sumpah Pemuda. Sehingga tahun 1945 Soekarno - Hatta memproklamirkan Kemerdekaan Indonesia. Di Asia Tenggara Negara yang meraih kemerdekaan dengan Perjuangan hanya Indonesia dan Vietnan.

"Kondisi Siswa saat ini sangat memprihatinkan dimana menurut data, setiap tahun 15.000 Siswa meninggal Dunia karena Narkoba dan tahun 2018, sebanyak 1,5 Juta Pelajar dan 2000 Siswa terlibat kasus Nakoba, belum lagi Kasus Pergaulan Bebas/LGBT, Tawuran Antar siswa,"Pungkas Lettu Sriyanto.

Sriyanto pun menyampaikan, Potensi Bangsa Indonesia sangat banyak untuk menjadi Bangsa yang besar, tetapi Potensi yang ada belum dimanfaatkan dengan baik, bahkan malah sebaliknya Potensi yang ada malah digunakan untuk kepentingan Kelompok, sehingga sering terjadi keributan antar kelompok.

Demontrasi bukan hal yang tabu, namun perlu diwaspadai adanya pihak-pihak yang menyusup dan membuat kekisruhan, sehingga terjadi Demonstrasi yang anarkis.

"Oleh karena itu diperlukan Peran Pemuda dalam turut serta Bela Negara, seperti :Wira usaha,
membentuk kelompok belajar, Pembangunan Karakter dan Wawasan kebangsaan, itu merupakan salah satu wujud bela Negara,"Tutunya.

Pasal 27 Ayat 3 dan Pasal 31 Ayat 1, UUD 1945, Setiap Warga Negara Berhak dan Wajib ikut serta dalam upaya Bela Negara. Prinsip Dasar Bela Negara : Menjaga Kedaulatan Negara
Menjaga Keutuhan Wilayah
Menjaga Keselamatan Bangsa.
.
"Untuk itu, kepada generasi muda khususnya para pelajar sangat perlu diingatkan kembali tentang wawasan kebangsaan. Hal ini penting mengingat generasi muda yang akan melanjutkan estapet kepemimpinan bangsa Indonesia,"Papar Pasi Intel Kodim 0503/JB

Lebih lanjut Lettu Sriyanto menjelaskan, tentang 4 pilar NKRI yaitu Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika serta 3 unsur pokok dalam wawasan kebangsaan yaitu rasa kebangsaan, paham kebangsaan dan semangat kebangsaan. Rasa kebangsaan merupakan sublimasi dari Sumpah Pemuda yang menyatukan tekad menjadi bangsa yang kuat, dihormati dan disegani diantara bangsa-bangsa di dunia, Paham kebangsaan merupakan komitmen bersama yang benar-benar dilandasi dengan semangat kebersamaan, senasib dan sepenanggungan, sedangkan semangat kebangsaan merupakan perpaduan antara rasa dan semangat kebangsaan. Semangat kebangsaan akan terpancar dari kwalitas dan ketangguhan bangsa dalam menghadapi berbagai ancaman.Tegasnya

Kesadaran dalam membangun cinta Tanah Air, serta lebih mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi atau golongan.

Sriyanto mengatakan bahwa esensi dari nilai kebangsaan, nilai persaudaraan, nilai keselarasan, nilai kerakyatan, keadilan, toleransi dan gotong royong itu merupakan aplikasi dari nilai-nilai yang dikembangkan dalam bela negara seperti cintai Tanah Air, sadar berbangsa dan bernegara, rela berkorban untuk bangsa dan negara serta mewaspadai kemungkinan bangkitnya Komunisme.

"Sangat diharapkan kepada para Siswa dan Siswi untuk mempersiapkan diri dari saat ini karena nasib bangsa ini kelak ada pada kalian nantinya, persiapkan diri menjadikan bangsa ini lebih maju dari sekarang, hindari ikut-ikutan Tawuran, Meminum minuman keras apalagi ikut dalam penyala gunaan narkoba, sayangi diri sendiri dan bawahlah bangsa ini yang lebih maju nantinya," Ungkap Lettu Sriyanto

Pemaparan yang disampaikan Lettu Sriyanto membawa rasa simpati terhadap para siswa-siswi dan masing-masing perwakilan sekolah yang didampingi guru pendampingnya, guru maupun murid adakan tanya jawab kepada Lettu Inf Sriyanto. (tw)