Pengamat Militer Sebut NKRI Berpotensi Jadi Negara Kepolisian Republik Indonesia

LIPUTAN KHUSUS- 19 September 2019 | 06:27:43 WIB | Dubaca : 201
Pengamat Militer Sebut NKRI Berpotensi Jadi Negara Kepolisian Republik Indonesia

Peneliti militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, menyoroti potensi Indonesia menjadi negara polisi. Hal itu ditunjukkan dengan semakin banyaknya perwira polisi yang menduduki posisi tinggi di lembaga pemerintahan.

"Negara polisi atau NKRI (Negara Kepolisian Republik Indonesia) adalah suatu kondisi negara di mana penguasa memelihara kekuasaan dengan jalan mengawasi, menjaga, dan mencampuri lapangan kehidupan rakyat dengan alat kekuasaan," ujar Khairul, Rabu (18/9).

Contoh negara polisi ini, kata dia, adalah Indonesia di masa Hindia Belanda. Khairul lantas menyoroti keriuhan polemik proses seleksi capim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan proses revisi UU lembaga antirasuah ini.

Dia menyebut ruler appointed police alias jenis polisi pemerintah seperti Polri itu jadi seolah ditakdirkan untuk sulit berjarak dengan kekuasaan. Ini juga kultur warisan yang mereka dapat, terutama selama 32 tahun berada dalam payung lembaga yang bernama ABRI.

Belum lagi kondisi Kepolisian di Indonesia yang selalu disorot masyarakat akan kinerjanya, kasus rekening gendut Polri dan lainnya, apakah mereka bisa bertindak adil?

"Sejumlah jenderal polisi, baik yang masih aktif maupun pensiunan, bahkan bermunculan di tengah pusaran kekuasaan dan diyakini ikut menjadi pilar-pilar penopangnya melalui lembaga-lembaga negara dan pemerintahan," tambahnya.

Patut disayangkan di Rezim Jokowi ini, semuanya dipercayakan kepada Kepolisian yang pada akhirnya sangat berbahaya jika polisi menguasai negeri ini.

Dimana saat ini, tingkat kepercayaan publik akan institusi Polri sangat anjlok dan sering bersikap tidak adil pada masyarakat. (ut)