Jokowi dan Para Menterinya Akan Beli Mobil Dinas Mewah, Mengapa Tidak Gunakan Esemka?

OTOMOTIVE- 11 September 2019 | 07:31:04 WIB | Dubaca : 131
Jokowi dan Para Menterinya Akan Beli Mobil Dinas Mewah, Mengapa Tidak Gunakan Esemka?

Dua produsen Jerman tengah berebut untuk menjadi kendaraan orang nomor satu di Indonesia. Nantinya salah satu di antara mobil teraman dari BMW atau Mercedes-Benz, bakal digunakan oleh presiden terpilih Joko Widodo di periode masa jabatan 2019-2024.

Tapi tak cuma Jokowi yang bakal menggunakan mobil baru. Deretan menteri di bawah Jokowi pun bakal menunggangi mobil dinas baru. Tercatat dalam situs Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kementerian Keuangan, deretan menteri negara/pejabat setingkat menteri akan mendapatkan mobil baru.

Anggaran APBN 2019 sebesar Rp 152.540.300.000 disiapkan untuk penyediaan kendaraan baru para menteri yang bakal membantu Jokowi. Ada 41 peserta yang mengikuti lelang untuk pengadaan barang bagi para menteri Jokowi.

Mengapa Jokowi dan Para Menterinyanya Tidak Mau Gunakan Mobil Esemka?

Dalam sambutannya, Jokowi mengungkapkan, banyak yang bertanya padanya mengapa mau meresmikan pabrik dan mobil Esemka, padahal bukan mobil nasional.

Pada kenyataannya, Esemka bukanlah mobil nasional yang digembar-gemborkan dari awal oleh Jokowi dan dirut Esemka pun mengatakan bahwa itu bukan mobil nasional dan pabrik Esemka hanyalah merakit bodi saja dari cina. Yang jadi pertanyaan warga," apakah itu mobil cina Changan?".

"Kita semuanya harus mendukung, saya tidak akan memaksa anda semua yang ada di sini untuk membeli, tapi, saya sudah lihat semuanya, ya produksinya, ya mobilnya , ya memang wajib beli barang ini. Kalau beli yang lain apalagi beli impor, ya kebangeten," ujar Jokowi.

MenkoMaritim LBP : Jika Jokowi dan para menteri Gunakan Esemka, Takut Remnya Blong

Sebagai pemimpin, Jokowi seharusnya memberi contoh. Sesuai dengan prinsip kepemimpinan, Ing Ngarso Sung Tulodo. Seorang pemimpin harus menjadi tauladan.

Jangan Jarkoni. Hanya bisa berujar, tapi tidak menjalaninya.

Dari beberapa kendaraan yang dipamerkan di pabrik Esemka di Boyolali, ada satu mobil yang tampaknya cocok untuk presiden. Namanya Esemka Moose.

Tampilannya gagah dan sangar. Diklaim anti peluru. Lapis baja. Di bagian belakangnya ada tulisan: Armored by Esemka. Kereeennn. TOP Abizz.

Boleh dong bangga, karena produk Esemka sudah mirip mobil kelas atas di Eropa.

Untuk para menteri tersedia dua pilihan. Mobil Jenis SUV Garuda 1 dan Rajawali.

Kalau lihat tampilannya, ketiga mobil itu — baik Moose, Garuda 1 dan Rajawali sangat gagah. Pasti kalau digunakan oleh presiden, para menteri dan pejabat tinggi, dijamin tidak malu-maluin.

Dengan predikat mobil buatan anak bangsa sendiri, akan membuat tampilan presiden dan para menteri lebih gagah lagi. Sekaligus sangat nasionalis. Sangat NKRI, karena menggunakan produk dalam negeri.

Tak perlu khawatir dicemooh, ditertawakan dunia, kalau sekali-kali, atau beberapa kali mobil Esemka mogok.

Mercedes Benz presiden saja sudah berkali-kali mogok. Toh orang berduit di seluruh dunia, tak berhenti menggunakan Mercedes Benz. Mobil Jerman itu tetap menjadi simbol prestise dan gengsi.

LBP didepan paraku awak media mengatakan," mobil Esemka jika digunakan Presiden dan para menterinya, takut Remnya Blong. Lebih baik wartawan saja yang pakai,". Sungguh miris yah?

Hanya yang perlu diantisipasi, kalau sampai remnya blong, seperti kata Opung Luhut. Kalau soal ini sudah berkaitan dengan keselamatan seorang kepala negara.

Bagaimana kalau mobil pengangkut barang Esemka Bima yang remnya blong?

Please jangan sampai diplesetkan bahwa Bima adalah singkatan dari "bikin malu."

Ini bukan soal bikin malu atau tidak. Tapi sudah menyangkut nyawa manusia.

Nyawa seorang warga negara juga sangat berharga lho. Bukan hanya nyawa seorang kepala negara. Jangan dibuat bercanda!. (ut)