Panglima TNI dan Jajarannya Gagas Deklarasi Damai di Papua, Mengapa Presiden RI Tidak Ikut Serta?

NASIONAL- 06 September 2019 | 09:45:38 WIB | Dubaca : 141
Panglima TNI dan Jajarannya Gagas Deklarasi Damai di Papua, Mengapa Presiden RI Tidak Ikut Serta?

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., bersama Kapolri Jenderal Pol Prof. H. M. Tito Karnavian menggagas deklarasi damai di tanah Papua pasca aksi massa di wilayah Papua, bertempat di Swissbell hotel Jayapura. Kamis (05/09/2019).

Deklarasi kesepakatan damai ini ditandatangani 34 komponen masyarakat di Papua, termasuk belasan ketua paguyuban. Deklarasi damai itu juga disaksikan Gubernur Papua Lukas Enembe, Walikota Jayapura Benhur Tomi Mano serta Ketua DPRP Papua Yunus Wonda.

Berikut empat butir kesepakatan damai bersama. Pertama, menjaga persatuan dan kesatuan di tanah Papua. Kedua, hidup berdampingan, rukun, damai dengan penuh kasih sayang. Ketiga, sepakat tidak terpengaruh oleh isu-isu yang tidak benar. Keempat, sepakat menolak kelompok separatis dan radikal di tanah Papua.

Panglima TNI mengatakan, deklarasi ini adalah kesepakatan bersama sebagai anak bangsa. "Deklarasi ini mengingatkan kepada kita semua adalah satu keluarga sebangsa dan setanah air," tuturnya.

Menurutnya, keanekaragaman suku bangsa, budaya dan bahasa di Indonesia menjadi sebuah kekuatan Bhineka Tunggal Ika. “Perbedaan satu sama lain adalah untuk saling melengkapi menjadi satu kekuatan, sehingga rumah besar Indonesia harus kita jaga,” Tegasnya.

Disamping itu Kapolri juga mengatakan, untuk membangun Papua bukan hanya Sumber Daya Manusia (SDM) yang dibutuhkan melainkan stabilitas keamanan yang baik. ”Berkaitan dengan stabilitas keamanan sudah menjadi tugas pokok Polri bersama TNI, maka itu kami terpanggil untuk mengembalikan situasi keamanan di Papua,” kata Tito.

Kehadiran TNI dan Polri di Papua untuk menjaga keamanan di Papua agar tidak terjadi konflik horisontal. Panglima TNI dan Kapolri juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama serta paguyuban yang berkontribusi menjaga keamanan di Papua dan Papua Barat.

Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan kesepakatan damai ini bagian dari perdamaian di Papua. "Orang Papua harus damai di tanah sendiri, kita harus menunjukan kedamaian itu sebagai warga Indonesia," katanya.

Para tokoh yang berkumpul ditempat ini mengajak seluruh masyarakat Papua mengajak kesatuan dan persatuan di Indonesia.

Yang jadi pertanyaan rakyat Indonesia saat ini adalah, Mengapa Presiden RI tidak ikut serta dalam deklarasi itu? (ut)