Daripada Naikkan Iuran 100 Persen, Tutup Defisit BPJS Dengan Menggunakan Dana untuk Pindah Ibukota

EKONOMI- 02 September 2019 | 14:15:50 WIB | Dubaca : 137
Daripada Naikkan Iuran 100 Persen, Tutup Defisit BPJS Dengan Menggunakan Dana untuk Pindah Ibukota

Daripada menaikkan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan 100 persen kepada rakyat, lebih baik pemerintah mengalihkan anggaran Rp 500 triliun rencana pemindahan ibukota ke BPJS Kesehatan.

Dikatakan Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, dana sebesar itu bisa digunakan untuk menutupi kerugian yang dialami BPJS Kesehatan mencapai Rp 28,5 triliun.

"Gunakan dana negara untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Salah satunya untuk menutup defisit BPJS Kesehatan, sehingga pemerintah tidak perlu menaikkan iuran BPJS Kesehatan," tegas Mardani dalam akun Twitter pribadinya.

Solusi kedua, pemerintah harus segera mereformasi pengelolaan BPJS Kesehatan. Langkah pertama dengan mendalami enam akar masalah utama yang ditemukan oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Dan juga libatkan seluruh pihak dan daerah untuk mengungkap masalah-masalah penyelenggaraan BPJS Kesehatan di lapangan,” kata wakil ketua Komisi II PKS.

Baginya organisasi dengan pengelolaan dana sebesar BPJS Kesehatan yang selalu defisit merupakan hal yang tidak wajar. Sebabm banyak asuransi kesehatan swasta dengan kemampuan mengelola sumber daya terbatas, justru dapat sehat secara finansial.

"Mereka juga meningkatkan kualitas pelayanannya," tutupnya. (dn)