Ketidakadilan Adalah Sumber Dari Perpecahan Sebuah Bangsa

LIPUTAN KHUSUS- 23 Agustus 2019 | 07:37:26 WIB | Dubaca : 228
Ketidakadilan Adalah Sumber Dari Perpecahan Sebuah Bangsa

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan perpecahan sebuah bangsa bisa terjadi karena adanya ketidakadilan. Dia menyebut hampir seluruh konflik yang terjadi di Indonesia berawal dari ketidakadilan.

Awalnya, dalam sesi tanya jawab, JK mendapatkan pertanyaan dari salah satu calon perwira remaja (Capaja) TNI AU bernama Sumalaras. Sumalaras bertanya kepada JK soal ancaman yang bisa menyebabkan sebuah bangsa mengalami perpecahan.

JK kemudian menerangkan Bangsa Indonesia yang sudah memasuki usia 73 tahun pernah mengalami 15 konflik besar. Menurut dari 15 konflik besar itu, 10 diantaranya ada karena ketidakadilan.

"Indonesia sudah 73 tahun merdeka. Selama itu ada 15 konflik yang besar, mulai dari di pemberontakan Madiun Timor-Timur, Aceh, Poso, Ambon dan sebagainya. Dari 15 konflik itu 10 diantara dari m ketidakadilan apakah ketidakadilan ekonomi, sosial, dan politik. Maka salah satu cara menghindari perpecahan adalah keadilan ekonomi, sosial politik dijamin,"kata JK di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (18/7/2018).

JK kemudian mencontohkan beberapa konflik yang terjadi akibat adanya ketidakadilan. Konflik itu antara lain PRRI Permesta dan pemberontakan GAM.

"Contoh apa yang terjadi saat PRRI Permesta. Di wilayah Sulawesi-Sumatera merasa kaya tapi pembangunan tidan tinggi atau banyak dibanding di Jawa maka terjadi PRRI," ucap JK.

"Di Aceh juga GAM dikira karena masalah agama, tidak. Tapi karena Aceh punya gas alam tapi tidak menikmati gas maka terjadi perpecahan," sambung JK.

Salah satu contoh ketidakadilan yang akan jadi sumber perpecahan itu bisa dicontohkan, Pada kondisi berbeda Jokowi pernah memberikan pernyataan saat terjadi aksi damai 21-22 Mei " Tindak Tegas Aksi kerusuhan" yang pada kenyataannya, masyarakat tidak membuat rusuh, namun dihabisi oleh para penegak hukum saat itu. Disisi lain, saat beberapa hari yg lalu terjadi kerusuhan di Papua yang menyebabkan terbakarnya kantor DPRD, pernyataan Jokowi bisa berbeda 180 derajat, Jokowi soal kerusuhan di Papua mengajakita saling memaafkan. Disini akhirnya timbul pertanyaan, mengapa Jokowi bisa membuat dua pernyataan berbeda dimana dua kondisi saat ini bisa terbalik.

Maka dari itu, untuk menghindari konflik-konflik tersebut negara saat harus bisa menjamin keadilan dan kesejahteraan warganya. Karena bila masyarakatnya hidup adil dan makmur kemungkinan besar akan terhindar dari perpecahan.

"Dalam membina suatu bangsa yang baik memperhatikan ekonomi yang baik sehingga masyarakat dapat menikmati dan menikmati secara adil. Dalam konstitusi kita tujuan bangsa kita ialah bagaimana kita menciptakan bangsa yang adil dan makmur. Karena bangsa yang adil dan makmur akan terhindar dari perpecahan," tegas JK. (yd)