Beberapa Alasan Mengapa Islamfobia Selalu Dihembuskan ke Masyarakat

MEGAPOLITAN- 23 Agustus 2019 | 07:24:23 WIB | Dubaca : 187
Beberapa Alasan Mengapa Islamfobia Selalu Dihembuskan ke Masyarakat

Islamofobia sengaja didengungkan begitu keras dan masif untuk mencegah kebangkitan Islam. Sebab jika umat Islam bangkit dan maju bisa menghancurkan peradaban Barat.

Hal itu disampaikan Prof Dr H Achmad Jainuri MA dalam pengajian Ahad Pagi PCM Kebomas bertempat di Masjid At Taqwa Giri Jl. Sunan Prapen Gg 1 No 15 Kebomas, Gresik, Ahad (18/8/2019).

Menurut dia, jika umat Islam tumbuh sebagai kekuatan besar yang akan melindas peradaban barat. "Maka tak heran jika gerakan membendung tumbuhnya Islam begitu terlihat nyata sebagaimana disinyalir dalam Alquran surat Al Baqarah ayat 120 bahwa orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu (Muhammad) sebelum engkau mengikuti agama mereka," kata wakil ketua PWM Jawa Timur ini.

Menurut pria pernah tinggal di Kanada selama tujuh tahun ini, ada empat alasan mengapa Islam begitu ditakuti bangsa Barat. "Pertama, negara-negara muslim memiliki sumber daya alam yang sangat dibutuhkan negara barat," ungkapnya.

Jika negara-negara muslim mengembargo kebutuhan-kebutuhan negara Barat, katanya, tentu membuat terganggunya berbagai sektor kehidupan negara Barat.

Kedua, tingkat intelektual sumber daya manusia negara-negara muslim yang sebagian besar berada di benua Asia cukup tinggi dibanding bangsa Barat. "Berdasar penelitian mereka SDM suku Mongoloid lebih tinggi dibanding suku kulit putih maupun hitam," ujarnya.

Ketiga, pertumbuhan ekonomi negara-negara muslim cukup stabil. "Diterpa krisis (ekonomi ) tak berpengaruh besar ," kata dosen Umsida ini.

Terakhir keempat, pengalaman masa lalu bangsa Eropa terhadap bangsa- bangsa muslim. Di mana saat itu , kekalahan demi kekalahan kerap diderita tatkala menjajah dan menguasai negara muslim.

"Maka tak heran saat ini bangsa Barat berupaya masuk dan menguasai kebijakan-kebijakan negara muslim untuk menghadang bangkitnya Islam," tandasnya.

Salah satu contoh yang lagi ramai adalah, Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Mahfud MD tengah santer dibicarakan lantaran menggelar sayembara berhadiah total Rp 10 miliar.

Sayembara Mahfud MD bermula dengan seorang remaja bernama Enzo Zenz Allie yang lolos seleksi Akademi Militer (Akmil) yang pernah membawa bendera Tauhid dan dirumorkan terpapar radikalisme hingga memberikan pernyataan bahwa TNI kecolongan, dan pada akhirnya Kasad pun turun tangan dan mengatakan bahwa Enzo tetap Lolos masuk TNI.

Maka saat ini, Masyarakat harus pintar menilai juga dimana kebijakan pemerintah yang bisa merusak rakyatnya, harus dikritisi. (ut)