Milenial Muda dan Berprestasi Sherry Annavita yang Berani Mengkritik Cara Kerja Jokowi

NASIONAL- 22 Agustus 2019 | 11:34:25 WIB | Dubaca : 288
Milenial Muda dan Berprestasi Sherry Annavita yang Berani Mengkritik Cara Kerja Jokowi

Perempuan cantik berhijab ini Master Of Social Impact Investman dan Philantropy d Swinbume University of Technologi tahun 2017- 2018.

Perempuan cantik berhijab yg diundang d ILC oleh si Gerok Karni ILyas juga lulusan Australia Bachelor of Social Science International Relations Study Paramadina University tahun 2010-2014.

Perempuan berhijab dan smart ini Leader of Pasukan Garuda Putri (Indonesian Women Delegation in APR Jamboree, Laguna Philipines tahun 2010.

Perempuan berhijab yg cerdas ini sebagai Representative of Indonesia in International Youth Forum, Laguna Philipines tahun 2010.

Perempuan berhijab alumni Paramadina University ini juara 1St Winner of National Writing Competition organized by House of People Representative of Republic of Indonesian tahun 2015.

Perempuan berhijab ini sebagai Representative of Indonesia in ACFID Australia Conference for International Development Australia tahun 2017.

Perempuan berhijab asli Tasikmalaya ini adalah The Winner Asia World Model United Nation, South Korea Mei 2018

Perempuan berhijab yg mirip artis Indah Permatasari adalah peserta The Youngest Awardee Australia Awards Scholarship tahun 2017- 2018.

Perempuan berhijab yg menguasai bahasa Sunda, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, bahasa Perancis, bahasa Arab dgn sama baiknya adalah 1St Winner of NAILA (National Australia Indonesia Language Award) tahun 2017.

Tsamara Amany, wanita yang tidak punya prestasi juga di undang di forum ILC, forum Si Gerok Karni, Tsamara lewat, sama sekali tidak ada apa-apanya.

Jokowi harus mendengarkan Kaum muda milineal seperti ini yang kompeten, kredibel dan layak dipertimbangkan menjadi menteri di kabinet Jokowi yg akan diumumkan oktober 2018.

Hadir mewakili kaum milenial di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) di TV One yang mengangkat tema ‘Perlukah IbuKota Pindah? ‘, Selasa 20 Agustus malam, Sherly Annavita yang didedikasi sebagai Milenial Influencer memberi kritikan tajam terkait rencana pemindahan ibukota Negara Republik Indonesia yang di Umumkan Presiden Joko Widodo saat Pidato kenegaraan, Jumat 16 Agustus 2019 lalu.

Sebagaimana pantauan Tim Analisnews di Channel Youtube Indonesia Lawyers Club, Menurut Sherly alasan utama pemerintah memindahkan ibu kota negara dari DKI Jakarta ke pulau Kalimantan, setidaknya Presiden Jokowi memiliki empat alasan dasar seperti alasan banjir, Macet, polusi dan pemerataan tanah. Alasan itu menurut Dia sedikit menohokan kembali kepada Presiden Jokowi sebab ke empat alasan tersebut merupakan program besar Mantan Walikota Solo saat mencalokan menjadi Gubernur DKI pada 2012 lalu.

” ketika sekarang Beliau (Jokowi) memindahkan Ibukota ini dengan alasan Polusi, Banjir, Macet dan pemerataan tanah, seolah mengkonfirmasi kegagalannya memenuhi janji kampanye saat pilgub dan pilpres atau kegagalan sebagai seorang gubernur dan presiden,” Kata Sherly di acara ILC, selasa 20 Agustus 2019 malam.

Lebih lanjut, Sherly mengatakan alasan kedua pemindahan ibukota adalah untuk pemerataan pembangunan namun menurunya alasan tersebut hanya memunculkan kecemburuan sosial dari Provinsi lain di Indonesia. Dia menwarkan solusi untuk meningkatak pemerataan pembanguna dengan meningkatkan pengawasan pemerataan pembanguan tanpa harus memindahakn ibu kota ke daerah lain.

“Jika alasan pemindahan ibukota hanya untuk pemerataan pembangunan, menurut saya solusinya harus ditawarkan adalah meningkatkan pengawasan pemerataan pembangunan ke daerah-daerah bukan memindahkan ibu kota ke Daerah, ” Tambahnya.

Selain itu, menurut Sherly Alasan pemindahan ibukota bukan merupakan hal yang mendesak untuk negara lakukan saat ini. Alasan ini pemindahan tidak menjawa sebuah masalah pelik di DKI Jakarta hal ini terkesan pembelaan belakah.

Sherly mengusulkan kepada presiden Jokowi untuk menyelesaikan masalah sosial masyarakat seperti masalah pengangguran, masalah lapangan pekerjaan yang sulit, Defisit anggaran BPJS, BUMN yang terancam bangkrut.

Alasan kondisi keuangan yang tidak dalam baik-baik saja, sebab negara harus membayar utang negara. Sehingga menurit pemindahan ibukota saat ini belum diperlukan.

Sherly memberikan solusi kepada pemerintahan Jokowi tetap kembali pada asas efektivitas,efisiensi, viptakqn lapangan kerja, berantas KKN hingga ke akar-akarnya dan kami kembali menegahkan UUD pasal 33 dengan murni dan konsekuensi.

Sherly mendoakan presiden Jokowi di periode kedua agar lebih baik lagi dan lebih peka terhadap kebutuhan rakyat dan melunasi janji-janji kampanye politiknya. (utw)