Sandiaga Uno : Jangan Sampai Proyek OBOR Cuma Menampung Tenaga Cina Saja

EKONOMI- 11 Agustus 2019 | 05:24:28 WIB | Dubaca : 150
Sandiaga Uno : Jangan Sampai Proyek OBOR Cuma Menampung Tenaga Cina Saja

Pemerintah Indonesia memang sedang menghadapi tantangan besar dalam menyediakan lapangan kerja bagi rakyat. Untuk itu, dibutuhkan banyak investasi untuk membuka kesempatan kerja.

Salah satu yang dilakukan pemerintah adalah melalui kerangka perjanjian One Belt One Road (OBOR) dengan pemerintah China.

Namun demikian, mantan calon wakil presiden Sandiaga Uno mengingatkan kepada pemerintah agar berhati-hati pada proyek yang kini bernama Belt Road Initiative (BRI) itu.

"Banyak sekali investasi yang kadang menjanjikan dampak positif, tapi karena tidak dihitung dengan baik akhirnya malah menimbulkan banyak problem," terangnya di Kantor Centre For Dialogue and Cooperation among Civilizations (CDCC) di Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (7/8).

Wakil Ketua Kamar dan Industri (Kadin) Pusat itu meminta Jokowi cs memastikan bahwa investasi yang dilakukan China benar-benar bisa dimanfaatkan untuk membuka lapangan kerja. Jangan sampai, justru sebatas menjadi tempat untuk menampung tenaga kerja asal negeri tirai bambu itu sendir

"Jangan sampai mereka berinvestasi di sini, tapi tidak membuka lapangan kerja. Malah kesempatan itu dibuka kepada lapangan kerja dari negara asalnya. Jadi ini yang menjadi catatan utama," tegas Sandi.

Ini Pengalaman Buruk Sandi Berbisnis dengan Pengusaha China

Di balik kisah suksesnya, ternyata pengusaha nasional Sandiaga Uno memiliki pengalaman buruk berbisnis dengan pengusaha China. Pengalaman ini terjadi saat dirinya bekerja sama dalam proyek pembangkit listrik.

"Saya pernah mengalami sewaktu membangun pembangkit listrik, awal-awalnya berjalan baik, senang-senang saja tapi ternyata begitu selesai dibangun, sewaktu pengoperasian, semua tenaga kerja didatangkan dari China. Bahkan tukang masaknya juga dari China," ujar Sandiaga dalam diskusi "Indonesia Menanggapi Mega Proyek Cina One Belt One Road (OBOR)" di Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Wakil Ketua Bidang UMKM, Koperasi, dan Ekonomi Kreatif Kamar Dagang dan Industri (Kadin) itu berharap kejadian yang sama tidak terulang lagi. Indonesia, lanjut dia, harus belajar dari kesalahan yang pernah dilakukannya.

"Kita jangan hanya jadi penonton, kita coba jadi pemain inti. Jangan juga jadi pemain cadangan, harus jadi pemain inti," ujar Sandiaga.

Ketika investasi tidak berhasil dijalankan, dampaknya tentu tidak akan dirasakan oleh masyarakat. Menurut Sandiaga, hal itu sangat merugikan.

Sandiaga paham bahwa setiap investor pasti mencari keuntungan. Caranya dengan menekan biaya serendah-rendahnya, kemudian pergunakan kekuatan modal yang dimiliki untuk mendapat peluang yang terbaik bagi investor.

Indonesia sebagai negara yang menerima investasi tersebut juga harus memiliki kemampuan untuk bernegosiasi dengan cermat dan cerdas. Hal ini untuk memastikan agar tidak ditekan.

"Kita investasi bersama di sini, harus sama-sama untung investasinya," kata Sandiaga. (tw)