Enzo Zenz Allie Yang Dianggap Radikal dan TNI Dikatakan Kecolongan Oleh Mahfud MD

MEGAPOLITAN- 11 Agustus 2019 | 05:20:10 WIB | Dubaca : 147
Enzo Zenz Allie Yang Dianggap Radikal dan TNI Dikatakan Kecolongan Oleh Mahfud MD

Nama Enzo Zenz Allie, taruna Akademi Militer (Akmil) TNI keturunan Prancis, baru-baru ini viral di jagad maya. Enzo yang lulus menjadi taruna Akmil itu menyita perhatian publik setelah video yang menampilkan dirinya berdialog dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menggunakan bahasa Prancis beredar luas di media sosial.

Sosok Enzo menuai banyak pujian warganet, karena prestasi dan karakternya yang dinilai saleh. Dikutip dari Okezone, pemuda itu memang bercita-cita menjadi anggota TNI yang saleh. Hal itu pernah dia utarakan kepada Deden Ramdani, Kepala SMA Pesantren Unggul Al Bayan, Anyer, Serang, tempat Enzo menempuh pendidikan sebelum masuk Akmil.

"Enzo pernah menyampaikan ke saya kalau dia ingin menjadi prajurit TNI soleh. Itu saya merinding dengernya," kata Kepala Sekolah SMA Pesantren Unggul Al Bayan, Anyer, Serang, Banten, Deden Ramdani. Rabu (7/8/2019).

Keinginan Enzo diutarakan kepada Deden saat anak pasangan Almarhum Jean Paul Francois Allie, warga negara Prancis dan Siti Hajah Tilaria asal Sumatera Utara (Sumut) itu, masih duduk di kelas XI.


"Waktu itu dia mengutarakan cita-citanya ingin menjadi prajurit (TNI) soleh di masjid Nurul Mahmudah seusai solat Ashar," kata Deden yang juga merupakan guru Kimia Enzo.

Guna mengejar cita-citanya, pihak sekolah mendukung dengan mengijinkan Enzo latihan fisik di pinggir pantai Anyer di dampingi guru olah raganya. Bahkan, Enzo sudah berlatih sejak kelas X dengan berlari di area pesantren, pushup, adu panco dengan kawannya. Enzo bahkan jago memanah."Keseharian Enzo selama di pesantren memang lebih tekun, lebih giat, lebih rajin dari siswa pada umumnya guna mengejar cita-citanya yang ingin menjadi militer," ujarnya.

Disisi lain, sang Anggota BPIP Mahfud MD mengatakan bahwa TNI kecolongan dengan masuknya Enzo, sungguh profesor ini patut dipertanyakan keislamannya.

Tak hanya duniawi, sejak mengenyam pendidikan selama tiga tahun di Pesantren, Enzo juga tidak ketinggalan solat berjamaah di masjid.
"Jadi dia itu pernah rela tidak dapat sertifikat demi bisa solat berjamaah di masjid. Enzo orangnya rajin beribadah," terang Deden. (ut)