YLKI Tuntut PLN Beri Kompensasi atau Ganti Rugi untuk Masyarakat

LIPUTAN KHUSUS- 05 Agustus 2019 | 09:56:16 WIB | Dubaca : 200
YLKI Tuntut PLN Beri Kompensasi atau Ganti Rugi untuk Masyarakat

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) meminta PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memberi kompensasi atau ganti rugi kepada masyarakat yang terdampak fenomena pemadaman listrik total di Jabodetabek dan beberapa daerah lain di Jawa Barat dan Banten.

Ketua Harian YLKI Tulus Abadi mengungkapkan, ketika listrik padam, banyak pelaku usaha yang tidak bisa menjalankan kegiatan bisnis hingga akhirnya menelan kerugian.

"Kami meminta PLN memberi kompensasi kepada konsumen. Bukan hanya berdasar regulasi teknis yang ada tetapi berdasar kerugian riil yang dialami konsumen akibat pemadaman ini," tegas Tulus melalui keterangan resmi, Senin (5/7).

Jika perseroan hanya meminta maaf dan masyarakat harus ikhlas menerima, yang pada akhirnya pihak PLN lepas tangan, itu bisa merusak daya tarik investasi di Indonesia. Sungguh memalukan sikap dari pihak petinggi di PLN.

"Kalau di Jakarta saja bisa seperti ini, bagaimana di luar Jakarta atau di luar Pulau Jawa?" tuturnya.

Selain menuntut kompensasi, Tulus juga mendesak manajemen PLN menjelaskan kepada publik terkait penyebab sebenarnya di balik gangguan di beberapa pembangkit utama.

Padamnya listrik, sambung dia, sangat mungkin terjadi karena satu-satunya perusahaan penyedia layanan listrik di Tanah Air itu memiliki infrastruktur yang tidak bisa diandalkan.

Kejadian ini, kata Tulus, menjadi peringatan bagi PLN untuk memperbaiki infrastrukturnya. Program pemerintah semestinya bukan hanya menambah kapasitas pembangkit PLN, tetapi juga harus meningkatkan keandalan pembangkit PT PLN.

"Selama ini, pemerintah hanya fokus pada penambahan kapasitas. Sementara, perihal keandalan pembangkit dan berbagai pendukung lain seperti transmisi, gardu induk, gardu distribusi kerap dinomorduakan," tandasnya. (utw)