Tulisan Ayah Alm. Harun Ar Rasyid, Korban Pembantaian Brimob 21/22 Mei Sindir Elit Politik

FOKUS PERISTIWA- 11 Juli 2019 | 06:49:29 WIB | Dubaca : 120
Tulisan Ayah Alm. Harun Ar Rasyid, Korban Pembantaian Brimob 21/22 Mei Sindir Elit Politik

Ayah Alm. Harun Ar Rasyid, Didin Wahyudin menulis status menyindir kelakuan elit partai dan penguasa yang saling berebut jatah kursi menteri. Didin yang pernah ditekan agar berhenti mengadvokasi kasus kematian putranya itu menuliskan uneg-uneg.

"Berkoalisilah kalian, Mintalah jatah kursi yg kalian idam-idamkan selama ini duduklah dengan nyaman.Tetapi perlu kalian tahu atau kah kalian pura-pura tidak tahu bahwa di kursi itu terdapat darah segar anak ku yang telah menjadi korban atas pertikaian kalian untuk memperebutkan kekuasaan di negeri ini," ungkap Didin Wahyudin.

"40 hari telah berlalu tak satu pun di antara kalian yang memperdulikan kematian anak ku...
Hanya rakyat yang beriman yang datang memberikan semangat pada ku dan mendoakan anak ku...
Kesabaran ku sudah berada di ambang batas.
Apakah aku harus menempuh jalan ku sendiri untuk menyeret kalian agar bersimpuh di pusara anak ku....................................... ", tulis Didin tanggal 3 Juli 2019 lalu.

Keesokannya tanggal 4 Juli Didin kembali menulis, "Abang adalah laki laki penerus ayah satu-satunya yang akan menjadi tulang punggung ibu, kakak dan adik apa bila ayah sudah tiada... Jaga nama baik keluarga itu pesan yang selalu ayah bilang sama abang... Ternyata Allah berkata lain... Allah ambil abang untuk mengangkat harkat martabat dan nama baik ayah dan keluarga"

"Namun apa yang ayah dengar... Abang di anggap sebagai PERUSUH... Demi Allah sampai kapan pun ayah tak akan terima. Hanya penjajahlah yang mengangap pejuang kebenaran sebagai perusuh... Ayah bangga pada mu abang... M.Harun al Rasyid"

Almarhum Harun ditemukan meninggal dengan luka tembak proyektil tajam. Namun hingga saat ini pihak polisi tidak memberikan keterangan apapun. Presiden yang dimenangkan KPU pun seolah tutup mata pada sepuluh korban tewas dan puluhan orang hilang yang ada di sekitar Bawaslu, kawasan Aksi 21/22 Mei.

Amnesty Indonesia, bagian dari Amnesty International menemukan banyaknya laporan pelanggaran serius HAM yang dilakukan kepolisian RI. Amnesty mendesak Polri dibawa ke Mahkamah Internasional atas kejahatan HAM yang mereka lakukan itu. (yd)