Materai Naik Jadi Rp 10.000, Pemerintah Peras Rakyatnya Lagi Hingga Rp 3 Triliun

EKONOMI- 04 Juli 2019 | 06:38:25 WIB | Dubaca : 194
Materai Naik Jadi Rp 10.000, Pemerintah Peras Rakyatnya Lagi Hingga Rp 3 Triliun

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengusulkan bea materai terbaru menjadi satu tarif yakni Rp10.000 kepada DPR RI. Jika usulan tarid ini disetujui, artinya tidak akan ada lagi tarif bea materai Rp3.000 dan Rp6.000 yang saat ini berlaku.

Sri Mulyani menjelaskan, dengan kenaikan bea materai ini, maka akan ada potensi penerimaan hingga Rp 3 triliun. Potensi penerimaan ini dihitung oleh Direktorat Jenderal Pajak dari jumlah materai yang digunakan saat ini.

Ia menjelaskan, saat ini materai yang digunakan dan disediakan untuk 2019 ini yang bernilai Rp3.000 ada sebanyak 79,9 juta materai dan yang bernilai Rp6.000 sebanyak 803,2 juta materai.

"Apabila itu dikonversikan menjadi 1 nilai Rp10.000 saja, maka penerimaan akan naik menjadi Rp8,83 triliun dan sekarang Rp5,06 triliun, ini hanya materai tempel, ada potensi tambahan Rp3,8 triliun," ujar Sri Mulyani di Ruang Rapat Komisi XI, Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Saat ini, pihaknya juga tengah menyiapkan materai digital yang akan digunakan untuk dokumen digital yang saat ini sudah banyak digunakan masyarakat. Ini tentunya akan menambah potensi penerimaan, tapi karena masih dalam tahap persiapan sehingga tidak bisa dihitung potensinya.

"Nanti akan lihat estimasi dokumen digital yang memang harus menggunakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Yang kita usulkan perlu menggunakan materai digital juga,".

Harga materei yang sebelumnya Rp. 6.000 dan dinaikkan menjadi Rp.10.000 sangat memberatkan masyarakat dan pemerintahan Jokowi lagi-lagi memeras rakyatnya. Dan keuntungan yang didapat dari kenaikan dari hasil memeras rakyatnya tersebut mencapai Rp. 3 Triliun lebih. (dn)