Indonesia Hadapi Kebangkrutan dan Cina Telah Menguasai Segala Aspek Ekonomi di Indonesia

EKONOMI- 12 Juni 2019 | 09:36:13 WIB | Dubaca : 216
Indonesia Hadapi Kebangkrutan dan Cina Telah Menguasai Segala Aspek Ekonomi di Indonesia

Jokowi dilantik 20 Oktober 2014, enam bulan kemudian tepatnya April 2015, Negara China menguasai semua proyek infrastruktur Indonesia.

Hutang Indonesia melambung drastis dari 2700 T di Okt 2014 menjadi 5.542 T di April 2019. Dan trendnya akan bertambah terus menerus, mampukah kita membayar?

Setelah kita terlilit dengan hutang, perusahaan-perusahaan kita akan jatuh ke tangan China satu demi satu. Terbaru Inalum akan dikerjasamakan dengan China, itu kata halus untuk menjual.

Akibatnya, siap siaplah semua subsidi akan dicabut. Harga akan di lepas dalam harga pasar. Bbm, listrik, gas, air, tarif Tol, tarif pesawat. Berapa ongkos Tol yang dibanggakan itu? Berapa anda membayar listrik rumah setiap bulan?

Pemerintah mencabut subdidi pendidikan tinggi dengan menerapkan jalur mandiri. Biaya pendidikan tinggi mahal luar biasa. Akibatnya apa? Rakyat menengah kebawah akan kesulitan mengakses pendidikan tinggi. Kita mayoritas lulusan SMK.

Karena tingkat pendidikan kita rendah, ke depan akan ada kebijakan impor guru, impor professor, impor dosen, impor dokter, impor insinyur, impor expert expert di bidang lainnya. Rakyat kita hanya akan menjadi buruh dan pekerja.

Begitu juga bidang pangan kita, semua akan diarahkan import. Ketika petani kita panen, kita malah import. Akibatnya para petani kita kelabakan. Masih ingat kabulog Buwas ribut menolak import beras? Akhirnya apa? Buwas di copot.

China tidak akan rela Indonesia jatuh ke tangan Prabowo. Kalau itu terjadi, proyek proyek dan tujuan jangka panjang mereka di Indonesia akan menemui masalah besar.

Kita sudah dalam bahaya, ekonomi dalam negeri kita, media, partai politik dikuasai Taipan China. Infrastruktur dan pemodal kita dikuasai oleh Negara China. Ingat! Inalum pemegang saham mayoritas Freeport.

Jika kepemimpinan nasional, ASN, TNI, Polisi mereka masuki, habis sudah yang kita punya. Bayangkan Brimob dan Densus 88 diisi orang-orang indonesia etnis China, apa yang akan terjadi pada kita?

Itu sebabnya pertarungan pilpres kali ini demikian berat dan penuh keterbelahan. Kalau hanya masalah pilpres, tidak akan seperti ini. Ini menyangkut kedaulatan, menyangkut apa yang kita injak. (dn)