Prajurit Indonesia yang asli disebut Rambo

KABAR HANKAM- 12 Juni 2019 | 09:15:53 WIB | Dubaca : 113
Prajurit Indonesia yang asli disebut Rambo

SUPARLAN adalah nama Landasan Pacu di Pusdikpassus.
Dinamakan demikian untuk mengenang kepahlawanan PRATU SUPARLAN yang gugur dalam tugas, diresmikan oleh Danjen Kopasus pada 1995 Mayjen Prabowo Subianto.

Kisahnya bermula ketika 1 Unit
gabungan berkekuatan 9 orang personil (4 Kopasus, 5 Kostrad) dibawah pimpinan Lettu Poniman Dasuki (Brigjen Purn.) melaksanakan Patroli di “Zona Z” pedalaman Timor yang mana terdapat sekitar 300 Tentara Fretelin disana.. awalnya Tim Kopassus Kostrad ini ingin menyergap Pos Pengamatan Fretelin, dan setelah melumpuhkan Pos Pengematan Fretelin, namun tiba tiba dari berbagai arah muncul
pasukan Fretelin yang lebih besar, kontak senjata pun tak terhindarkan.

Pertempuran menjadi tidak berimbang karena kalah jumlah. Unit Gabungan terdesak hebat,
dan personil satu demi satu berguguran sampai Sisa 5 personil yang bertahan mati-matian. Kalah jumlah, sisa unit gabungan mundur sehingga menghampiri bibir jurang sambil mencari kemungkinan meloloskan diri.

Hanya ada satu celah untuk meloloskan diri, yaitu menuju celah bukit .
Komandan Unit memerintahkan sisa unit menuju ke celah tersebut, dan
Pratu Suparlan di perintahkan paling depan, bukannya mendengarkan
perintah, Pratu Suparlan mundur kebelakang tanpa mengindahkan perintah Dan Unitnya...

“Komandan Bawa yang
lainnya, saya akan berusaha menghambat!”
Disinilah Pratu Suparlan menunjukkan sifat kepahlawanannya, antara kehormatannya sebagai laki-laki,

Prajurit, Korps dan negaranya, Tanpa menghiraukan peringatan Dan Unitnya agar mundur, Pratu Suparlan
membuang senjatanya dan mengambil Minimi milik rekannya yang gugur.

Pratu Suparlan berlari kearah datangnya Fretilin dan menyambutnya dengan siraman. Jatuh bangun terkena tembakan di tubuhnya,
Suparlan mengamuk seperti banteng (penuturan saksi mata
Fretilin yang tertangkap) mengejar mereka hingga ke semak persembunyian fretelin. Tidak terhitung berapa peluru yang sudah bersarang di badannya. PDL Pratu Suparlan berubah
warna menjadi merah karena darah yang membanjiri tubuhnya.

Pratu Suparlan menyerang hingga sampai kehabisan amunisi. Kondisinya mulai Lemas Karena kekurangan darah, dia mencabut pisau komandonya dan bertarung satu lawan satu.
Sepertinya Fretilin berniat mempermainkannya dengan tidak membunuhnya secara langsung.

Suparlan bertarung mati-matian sendiri hanya berbekalkan pisau komandonya, sempat merobohkan 6 orang Fretilin, hingga tangannya tidak mampu lagi menggenggam pisau.

Dan Unit dengan sisa pasukannya melihat Pratu Suparlan
tidak muncul, memutuskan untuk kembali mencari Pratu Suparlan dan membantu. Suparlan sendiri dikelilingi oleh puluhan Fretilin, bagaikan menunggu malaikat maut yang akan menjemput nyawanya.

Suparlan seorang yang cerdik, taktik dia melemahkan dirinya sangat tepat, saat dia terduduk, pasukan Fretilin berkerumun mendekatinya siap mengeksekusi. Tepat disaat 1 tembakan mengenai lehernya, Suparlan oleng hampir roboh ke tanah. Dengan sisa-sisa tenaganya, diambil 2 granat dari balik kantong PDL nya, langsung mencabut pin. Didahului teriakan “Allahuakhbar…!” berlari serta meloncat berjibaku pas ditengah2 rimbunan Freteilin yang mengepungnya,granat meledak…disertai gugurnya seorang prajurit pemberani dengan membawa bersama sejumlah musuh.
________________________________________
@Ketika prajurit-prajurit bangsa meregang nyawa untuk memperjuangkan kedaulatan negara, elit politik malah dengan gampangnya melepas apa yang telah diperjuangkan.....
Darisini lah saya gak menaruh harapan besar terhadap pemimpin yang bukan berasal dari militer.....

Saya yakin 1000% jika pemimpin kita saat itu berasal dari kalangan militer, gak akan lepas timtim dari bumi pertiwi....
Daaaan.....Lihat skrng....😭 yg teriak Allahuakbar !! dibilang Kaum onta,Radikal,intoleran,anti pancasila,dsb....miris ironis kisah negri ini seka rangka.

Mari rebut kembali ke jayaan Indonesia buat perubahan lbh baik...kembalikan Indonesia pada UUD 45 dan Pancasila yg sakti !!. (yd)