Wisata Curug Badak di Tasikmalaya

HIBURAN- 09 Juni 2019 | 09:48:46 WIB | Dubaca : 247
Wisata Curug Badak di Tasikmalaya

BAGI pemudik atau pebalik yang terjebak macet di kawasan Tasikmalaya khususnya di jalur Rajapolah, atau Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya, ada baiknya bisa beristirahat sejenak di Curug Badak, di Kampung Setiamulya, Desa Sukasetia, Kecamatan Cisayong, Kabupaten Tasikmalaya.

Curug yang dikelola Perhutani Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tasikmalaya sejak tahun lalu terletak tak jauh dari jalur utama pemudik yang melintasi jalur selatan. Di curug tersebut, para wisatawan dapat sejenak melepas penat setelah melakukan perjalanan panjang dan terjebak kemacetan arus balik Lebaran 2019.

Tidak butuh waktu lama untuk menuju Curug Badak, Kabupaten Tasikmalaya. Dari Jalan Raya Tasikmalaya-Ciawi, tepatnya di pertigaan pos polisi Pesantren Al-Idrisiyyah, pengunjung dapat berbelok ke arah Jalan Raya Cisayong. Setelah melintasi Polsek Cisayong, Pengunjung kemudian dapat berbelok ke Jalan Cigorowong.

Jalan menuju curug tersebut juga terbilang mulus. Akan tetapi pengunjung tetap harus berhatihati karena ada beberapa ruas jalan yang berliku dan sedikit rusak.

Setelah melintasi jalan rusak kurang lebih 50 meter, pengendara akan kembali menemukan jalan mulus menuju Curug Badak.

Jika masih bingung dengan rute jalan, pengunjung bisa bertanya kepada penduduk sekitar lokasi dari curug tersebut. Pasalnya, rambu-rambu petunjuk Curug Badak di sepanjang jalan menuju ke curug masih minim.

Meskipun rambu minim, masyarakat sekitar akan dengan mudah memberikan petunjuk jalan karena curug tersebut memang sudah populer di kalangan warga.

Kepala RPH Cisayong Yanto menuturkan, sebelum dikelola oleh Perhutani, rata-rata kunjungan ke Curug Badak mencapai 200 orang saat libur akhir pekan. Namun demikian, jumlah wisatawan cukup melonjak selama libur Lebaran yakni mencapai 500 hingga1000 orang per harinya.

"Dulu sebelum dikelola Perhutani, ya kami tidak mematok tarif resmi, tetapi sekarang dipatok tarif retribusi, gunanya untuk membangun fasilitas tambahan seperti akses jalan menuju curug dan membuat kamar mandi umum," ucap Yanto.

Sementara itu, salah seorang wisatawan dari Jakarta, Unggul (40) mengatakan, baru pertama kali mengunjungi curug tersebut. Menurut Ari, ia mendapatkan informasi keberadaan Curug Badak dari media sosial Instagram, dan berniat mampir ke tempat wisata tersebut sebelum bertolak ke Bandung.

"Tempatnya lumayan bagus, bisa untukselfie-selfie, bisa diakses menggunakan mobil, tetapi memang kalau bisa jalannya bisa diperlebar dan diperbagus. Petunjuk jalannya juga ditambah, misalnya di depan jalan raya, sehingga orang semakin mudah ke sana," ucap Unggul. (dn)