Narasi Politik Sang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang Pro Rakyat

TOKOH- 09 Juni 2019 | 09:34:24 WIB | Dubaca : 117
Narasi Politik Sang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang Pro Rakyat

Tidak berlebihan kalau warga DKI suka sama gubernurnya, Anies memang smart. Tidak berlebihan juga kalau rakyat Indonesia suka sama Pak Anies lalu sering disebut sebagai Gubernur Indonesia.

Anies adalah tokoh baru dalam ranah eksekutif level gubernur, narasi politiknya menunjukkan kelasnya.

Anies sadar bahwa dia sedang memimpin ibukota negara muslim terbesar di dunia. Oleh karena itu, yang dibutuhkan bukan hanya kapasitas intelektual, tapi juga harus memiliki hati yang peka atas kondisi masyarakat.

Anies dalam kapasitasnya sebagai gubernur, menghargai dan menghormati setiap warga DKI, tidak ada tebang pilih kaya atau miskin.

Anies memanusiakan manusia, dia paham bahwa dia sedang memimpin manusia yang bisa berpikir, bukan sedang mengemudi sebuah traktor mesin.

Baru kali ini Pemprov DKI menyelenggarakan mudik gratis skala besar untuk warga DKI yang akan pulang kampung.

Saat ini masih Pulau Jawa dahulu karena memang kas APBD DKI masih terbatas.

Lebih dari 300 bus dengan jumlah pemudik yang terdaftar gratis saat ini 17.000-an orang. Anies ingin memberikan sinyal sebagai pemimpin yang selalu hadir di momen istimewa seperti lebaran.

Anies sudah meneken surat membolehkan takbir keliling, bahkan Anies membolehkan warga luar untuk datang ke Jakarta pasca lebaran. Tidak akan ada razia yustisi.

Narasi Anies memang level negarawan, dengan bahasa sederhana, "Jakarta adalak kota kita semua", Jakarta adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Ini namanya presidential narrative (narasi level presiden).

Anies tidak mengkotak kotakkan warga, tidak tebang pilih warga VIP (Very Important Person) dan warga biasa. Anies bukan gubernur pro pemodal dan tidak pro mafia, aturan dia tegakkan kepada semua golongan. Tanpa pandang bulu.

Pasca demo tanggal 22 Mei 2019 didepan Bawaslu, Anies tampil menemui rakyat, melihat langsung, dan mengumumkan korban yang jatuh.

Saat beberapa pejabat mangkir dan menghindar, Anies tampil menghibur rakyat Jakarta dan mendengar aspirasinya.

Anies dengan kapasitas intelektual yang dimiliki, ingin mengajarkan rakyat Indonesia tentang standar Demokrasi Pancasila yang sebenarnya.

Anies mengurus Jakarta dengan hati, prestasinya tidak bisa lagi dihitung dengan lembaran-lembaran piagam. Datanglah ke Jakarta langsung, anda akan melihat Jakarta yang jauh lebih teduh dan humanis dari sebelumnya.

Narasi Anies adalah narasi negarawan, Anies merangkul semua golongan tapi dengan tetap tegas bertindak sesuai standar operasional demokrasi yang rapi dan manusiawi.

Tegas bagi Anies adalah nafas kerjanya. Anies gak pernah takut dibully dan cacimaki, apalagi hanya sekedar petisi online untuk melengserkan dirinya, yang dilakukan oleh pihak tertentu yang gagal paham esensi demokrasi.

Anies berupaya menjadikan Jakarta sebagai ril miniatur Indonesia. Kota yang teratur dengan aturan main, kota yang tidak bisa dibeli oleh pihak tertentu yang suka main belakang. Kota yang didedikasikan untuk kebahagiaan warganya semua.

Anies gubernur yang memiliki kapasitas leadership yang kuat, teguh, kokoh, cerdas, bijak dan diplomatif. (utw)