Menhan Bela Kivlan-Soenarko: Apa Akibatnya Bagi Sinergitas TNI-Polri?

NASIONAL- 02 Juni 2019 | 18:33:51 WIB | Dubaca : 165
Menhan Bela Kivlan-Soenarko: Apa Akibatnya Bagi Sinergitas TNI-Polri?

Menteri Pertahanan Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu memberi komentar terkait ancaman pembunuhan terhadap empat jenderal yang muncul pascakericuhan 21-22 Mei 2019.

Ryamizard berkata dirinya tak yakin dengan ancaman pembunuhan terhadap Menko Polhukam Wiranto, Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Kepala BIN Budi Gunawan, serta Stafsus Presiden bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere. Bagi Ryamizard, itu sebatas gertakan semata.

"Saya rasa tidak begitulah. Masak sesama anak bangsa begitu? Mungkin hanya ngomong saja itu. Misalnya, kan, kita ngomong, nanti gue gebukin lu. Kan, belum tentu gebukin. Ya, kita tahulah yang namanya politik, kan, memang begitu," ujar Ryamizard di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/5/2019).

Tak hanya itu, alumni Akabri 1974 ini menyangsikan sangkaan penyeludupan senjata yang dilakukan mantan Danjen Kopassus, Mayjen (purn.) Soenarko. Menurut Ryamizard, senjata berjenis M16 yang dituding sebagai senjata selundupan memang telah dimiliki Soenarko yang notabene sering ikut operasi peperangan.

"Senjata sudah ada dari dulu. Kan, dia perang terus, di Tim Tim [Timor Timur], di Aceh, mungkin [M16] senjata rampasan di situ," imbuh mantan KSAD ini.

Sehari berselang, Ryamizard mengomentari kasus makar yang menyeret Mayjen (purn.) Kivlan Zen. Bahkan, Kivlan juga jadi tersangka dalam kasus hoaks serta kepemilikan senjata ilegal.

Bagi Ryamizard, kasus makar yang disangkakan kepada Kivlan membikin dirinya sedih. Ia berharap para purnawirawan jenderal ini seharusnya tidak berbuat hal yang tak baik dan malah mencoreng citra yang mereka miliki selama ini.

"Teman-teman kita gugur baik di Aceh, Papua, terutama di Timtim. Nah, ini sisa-sisa yang belum gugur ini kenapa jadi begitu? Nah, ini saya kalau dikatakan sedih, sedih saya," kata mantan KSAD itu, Kamis (30/5/2019). (utw)