Defisit Anggaran RI Capai Rp 101 Triliun, Negara Hadapi Kebangkrutan

EKONOMI- 29 Mei 2019 | 04:12:52 WIB | Dubaca : 335
Defisit Anggaran RI Capai Rp 101 Triliun, Negara Hadapi Kebangkrutan

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ( APBN) pada periode April 2019 mengalami defisit sebesar Rp 101,04 triliun. Defisit ini lebih besar ketimbang periode yang sama pada tahun lalu yang hanya Rp 54,9 triliun.

"Defisit anggaran Rp 101 triliun atau 34,1persen dari alokasi defisit tahun ini. Ini lebih dalam defisitnya dibandingkan April tahun lalu Rp 54,9 triliun," ujar perempuan yang akrab disapa Ani ini di Jakarta, Kamis (16/5/2019).

Ani menjelaskan, defisit anggaran ini terjadi karena pendapatan negara yang stagnan. Pada April 2019 pendapatan negara mencapai Rp 530,7 triliun atau 24,51 persendari target APBN 2019.

Sementara itu, dari realisasi belanja negara, tercatat mencapai Rp 631,78 triliun atau sudah 25,67 persen dari pagu APBN 2019. Realisasi tersebut sekitar 8,38 persen lebih besar dibandingkan realisasi APBN pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 582,95 triliun.

"Kita melihat pendapatan negara kita juga mengalami tekanan dan belanja negara tetap mengalami pertumbuhan yang cukup sehat, namun kalau dilihat dari pembiayaan itu masih lebih kecil," kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.

*POTENSI KEBANGKRUTAN SIAP SIAP BEBAN PAJAK DAN KENAIKAN HARGA DITANGGUNG RAKYAT*

Defisit...

Perhatikan baik-baik infografis yang sangat gamblang dari Kementerian Keuangan ini. Anda boleh juga membaca beberapa link yang saya sertakan untuk menjelaskan tentang defisit APBN ini. Biar semakin cerdas, dan faham tentang apa yang akan terjadi ke depan.

Dalam empat bulan terakhir, defisit APBN kita sudah hampir mencapai Rp 300 Trilyun. Kondisi keuangan ini cukup rawan karena juga terjadi defisit perdagangan dengan nilai impor yang jauh lebih tinggi dibandingkan nilai ekspor.

Defisit APBN akan menjadi masalah besar jika pendapatan pajak berada di bawah target, sementara yield obligasi naik. Pasar keuangan global sudah faham jika negara kita hidup dari utang. Karena itu, kita akan makin sulit menjual surat utang, kecuali dengan biaya bunga tinggi. Jadi, utang dipastikan akan bertambah.

Kondisi keuangan semakin mencemaskan karena utang luar negeri sudah menumpuk, sementara utang baru sedang akan dibuat lagi. Apalagi kalau kita jadi pindah ibukota negara, sementara rencana pindah ibukota itu tidak ada di dalam rencana APBN...

Waspadalah

KRISIS EKONOMI DIDEPAN MATA... JANGAN PERNAH SALAHKAN RAKYAT..

DEFISIT JANUARI 2019

Rabu, 20 Feb 2019 17:53 WIB
Naik Rp 8,1 T, Defisit APBN Januari Tembus Rp 45,8 T

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4436722/naik-rp-81-t-defisit-apbn-januari-tembus-rp-458-t

DEFISIT FEBRUARI 2019

Defisit APBN Capai Rp 54,61 Triliun hingga Februari 2019

https://www.liputan6.com/bisnis/read/3920764/defisit-apbn-capai-rp-5461-triliun-hingga-februari-2019

DEFISIT MARET 2019

Akhir Maret 2019, Kementerian Keuangan Sebut Defisit APBN Capai Rp 102 T

https://bisnis.tempo.co/read/1198219/akhir-maret-2019-kementerian-keuangan-sebut-defisit-apbn-capai-rp-102-t

DEFISIT APRIl 2019

April 2019, Defisit Anggaran RI Capai Rp 101 Triliun

https://money.kompas.com/read/2019/05/16/193317826/april-2019-defisit-anggaran-ri-capai-rp-101-triliun. (ut)