AKSI DAMAI dibalas SERANGAN BRUTAL Hingga Rakyat Menjadi Korban

LIPUTAN KHUSUS- 22 Mei 2019 | 10:18:13 WIB | Dubaca : 199
AKSI DAMAI dibalas SERANGAN BRUTAL Hingga Rakyat Menjadi Korban

Selasa 22 Mei, Mulai jam 2 siang puluhan ribuan Ummat berkumpul didepan Bawaslu dalam rangka AKSI DAMAI menyampaikan Protes atas Indikasi kecurangan yg terjadi dalam proses pilpres. Aksi berjalan dengan damai dan bermartabat, Karena di-isi dengan ceramah para tokoh, dzikir dan munajat utk keselamatan bangsa , lanjut buka puasa bersama, solat maghrib, isya, teraweh dan ditutup dengan solat Witir serta doa. Bahkan para tokohpun sudah bersepakat dengan KAPOLDA bahwa aksi dilaksanakan sampai selesai teraweh dengan damai.

Setelah semua rangkaian aksi selesai dengan tertib dan teratur, korlap dari atas mobil komando meminta Ummat untuk bubar dengan tertib dan teratur demi menjaga komitmen "Ketertiban dan kedamaian" dalam aksi tsb. Masapun taat komando dan membubarkan diri pada pukul 22 : 30 tanpa ada keributan sedikitpun. Semuanya, termasuk Polisi menyaksikan hal tersebut.

Tapi diluar dugaan, kurang lebih satu jam kemudian ada segerelombolan orang diluar aksi ( jumlah mereka hanya beberapa puluh ) yang kembali datang ke Bawaslu dan memprovokasi polisi. Namun anehnya, meskipun jumlah provokator sangat sedikit, polisi tidak membekuk ditempat tapi terus mengejar dan menembaki dengan gas air mata, sampai ke Tanah Abang.

Kebetulan, malam itu para peserta aksi yg sudah membubarkan diri usai teraweh banyak beristirahat di masjid-masjid yang ada di Tanah Abang dan sekitarnya, khususnya masjid al-Makmur.

Karena merasa diserang dengan hujan tembakan, warga sekitar tanah abang dan massa yg menginap dimasjidpun luber ke jalan melakukan PEMBELAAN DIRI, sehingga terjadilah perlawanan dari Warga dan Ummat di Tanah Abang, Kebon Kacang, jalan Sabang dan sekitarnya. Dan anehnya puluhan orang yang tadi provokasi Polisi ENTAH KEMANA. Alih-alih jaga bawaslu, POLISI pun jadi Perang dengan warga dan massa yang ada di Tanah abang, bahkan masjid al-Makmurpun juga jadi sasarannya, padahal mereka tidak ada kaitannya sama sekali dengan provokasi depan BAWASLU. Hampir semua yang saya tuangkan diatas ditayangkan secara LIVE di TV One, dl, belum lagi dokumentasi video yang bertebaran dimana-mana sehingga anda bisa cek langsung kebenarannya.

Petamburan saat itu aman-aman saja, namun berhubung dapat Info terjadinya serangan di Tanah Abang, laskar dan Ummat dari berbagai daerah yang menginap di masjid-masjid dan markaz FPI Petamburanpun siaga 1. Kira-kira pukul 02 : 30, apa yang dikhawatirkan terjadi, tiba tiba ratusan massa yang siaga di depan markaz FPI diBREDEL HABIS oleh aparat. Bukan lagi gas air mata, peluru karet dan peluru tajampun ditembakkan ke Massa yang ada, sehingga mereka mau tidak mau harus membela diri dan melakukan perlawanan sekuat tenaga. Sampai saat ini 2 orang meninggal dunia akibat SERANGAN BRUTAL tersebut, korban luka-luka belum terhitung. Padahal Massa yang di Petamburan hanya menjaga-jaga dan tidak ada kaitannya sama sekali dengan Provokasi tadi.

INIKAH BALASAN UNTUK AKSI YANG MENJUNJUNG TINGGI KEDAMAIAN ?? KEDAMAIAN dibalas dengan PEMBANTAIAN ? Dan yang lebih Jahat lagi di pagi buta tanpa berdosa pak Mentri mengatakan bahwa Aski 22 Mei adalah KEJAHATAN ? Padahal Ummat yang menjadi Korban. (dn)