Pasca Aksi di Bawaslu,Polisi Menembak Secara Brutal ke Massa yang Berkumpul di Masjid Tanah Abang

LIPUTAN KHUSUS- 22 Mei 2019 | 05:15:59 WIB | Dubaca : 200
Pasca Aksi di Bawaslu,Polisi Menembak Secara Brutal ke Massa yang Berkumpul di Masjid Tanah Abang

Kerusuhan pasca aksi di Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) belum usai, Rabu (22/5/2019) dinihari. Sampai saat ini Kepolisian masih mendorong kumpulan massa yang membuar keributan.

Sampai pukul 12.50 WIB, massa yang tergabung dengan masyarakat Tanah Abang masih terus menantang Kepolisian. Bahkan terlihat juga massa tersebut melempar kepolisian dengan petasan.

Petugas polisi sambil terus berjalan mendorong massa dan meminta agar segera membubarkan diri. Namun permintaan itu tidak kunjung diindahkan oleh massa tersebut.

Akhirnya kepolisian melempar gas air mata ke arah massa. Massa sampai saat ini belum membubarkan diri dan masih menantang Petugas dengan menunjukan senjata tajam.

Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Komisiaris Besar Polisi Harry Kurniawan mengatakan, pihaknya turut mengamankan beberapa massa aksi. Namun, ia tak merinci jumlah tersebut dan langsung dibawa ke Polda Metro Jaya.

"Saya belum tahu. Ini masih diamankan nanti diamankan ke Polda," ujarnya di lokasi, Selasa (21/5/2019) malam.

Mulanya, massa aksi telah membubarkan diri dengan damai dan tertib. Namun, tambah Harry, ada kelompok massa yang tak dikenal kembali ke lokasi serta melakukan provokasi.

"Dari tadi kita kan udah damai aman tiba-tiba ada masa saya belum tau darimana ini ya. Dari tadi mancing terus merusak barikade mancing-mancing terus, ya sudah kita lakukan upaya karena masyarakat kalau semakin malam masyarakat juga yang mengenai kendaraan tadi sudah lewat akhirnya diganggu-ganggu Ya udah kita bubar semua," tambahnya.

Pada tanggal 22 mei pukul 2 pagi, tiba-tiba sejumlah polisi menembakkan gas air mata dan peluru tajam ke massa yang berkumpul di salah satu masjid wilayah tanah abang, info terkini ada yang meninggal karena ulah oknum polisi. (tw)