Warning: session_start(): open(/tmp/sess_vi4oi83rgvb51vjegoa29d8vp5, O_RDWR) failed: Disk quota exceeded (122) in /home/beritanu/public_html/reportaseindonesia.com/media1.php on line 3
Ahli IT ITB asal Pamekasan Ciptakan Robot yang Membongkar Kecurangan Situng KPU

Ahli IT ITB asal Pamekasan Ciptakan Robot yang Membongkar Kecurangan Situng KPU

TEKNOLOGI- 15 Mei 2019 | 13:45:16 WIB | Dubaca : 187
Ahli IT ITB asal Pamekasan Ciptakan Robot yang Membongkar Kecurangan Situng KPU

Ahli Informasi dan Tekhnologi (IT) dari Institut Tekhnologi Bandung (ITB), Hairul Anas mengungkapkan sejumlah fakta temuan timnya terkait publikasi hasil penghitungan suara pilpres ke Sistem Informasi dan Perhitungan Suara (Situng) Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Ia menyatakan hal itu seusai acara bertema "Mengungkap Fakta-fakta Kecurangan Pilpres 2019" di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019).

Dalam temuan pertamanya, Anas menyebut kalau data yang diinput petugas Situng KPU adalah data orderan. "Dari tim data monitoring bisa dilihat ada yang tidak sesuai dengan matematik, ada yang jelas kesengajaannya, data order," katanya.

Ia mengambil contoh satu temuannya, di mana ada data perolehan suara untuk paslon nomor urut 02, Prabowo-Sandi yang dihapus. "Dan data yang dihapus ini 02 menang (seharusnya). Data diubah yang tadinya sudah ada diubah lagi, di mana 01 ditambah 02 dikurangi," ujarnya.

"Kemudian ada juga perubahan di angka kehadiran (pemilih di TPS) di mana 01 nya menang. Jadi disitu angka kehadirannya ditambah biasanya," tuturnya.

Sementara, dari hasil temuan tim screen monitoringnya, Anas menyebut ada ketidakwajaran dari hasil input data suara ke Situng KPU. "Ini robot yang saya ciptakan. Ini layar KPU yang saya capture perubahannya di setiap menit. Mulai dari daerah daerah semuanya. Jadi jangan khawatir kalau bapak ibu menemukan kecurangan. Inilah yang saya temukan," dia menyebutkan.

Lebih lanjut, Anas juga memaparkan hasil temuan tim C1 monitoringnya. Ia menyebut kalau form C1 yang diinput ke Situng adalah C1 yang dimanipulasi. "Ketika di scaning (C1 nya) harusnya gambar dan latar belakang gambarnya paralel, tapi di sini isinya nari-nari (berbayang). Artinya ini adalah terindikasi manipulatif (form C1 nya)," katanya.

"Ini proses filter negatif. Dari semua hasil scan di filter negatif hasilnya tidak bisa dibaca. Ini artinya (C1) hasil edit microsoft word. Ini adalah sumbangsih insan IT yang tidak ikhlas Prabowo Sandi dikalahkan. Pemilu yang harusnya jujur dikotori dengan kecurangan-kecurangan," dia menambahkan.

Pembuat robot pemantau situng KPU lahir di pamekasan 20 juli 1976, Hairul Anas suaidi menjadi pahlawan tidak hanya bagi paslon 02 tapi juga bagi indonesia. Anak madura yang berani mengoyak langit yang tertutup kecurangan.

PENCIPTA ROBOT PEMANTAU SITUNG KPU

Hairul Anas Suaidi
Alumni Elektro ITB

Hasil karyamu telah membukakan mata seluruh rakyat. Dan menguatkan BPN doing a big step forward. pembuat ROBOT, bisa memetakan situng per detik permenit
jadi jangan curang KPU - KPUD.. semua terpotret sama ROBOT C1 .. HANCURKAN KEBOHONGAN. (dn)

BERITA LAINNYA MORE

Warning: Unknown: open(/tmp/sess_vi4oi83rgvb51vjegoa29d8vp5, O_RDWR) failed: Disk quota exceeded (122) in Unknown on line 0

Warning: Unknown: Failed to write session data (files). Please verify that the current setting of session.save_path is correct (/tmp) in Unknown on line 0