KPU diminta membuka diri untuk Audit Forensik IT

TEKNOLOGI- 03 Mei 2019 | 05:20:25 WIB | Dubaca : 186
KPU diminta membuka diri untuk Audit Forensik IT

KPU diminta membuka diri untuk Audit Forensik IT. Hal ini disampaikan Mustofa Nahrawardaya, Koordinator Relawan IT BPN Prabowo-Sandi dalam siaran persnya. Mustofa mendesak Bawaslu segera turun tangan dan KPU diminta membuka diri untuk dilakukan audit forensik IT. "Kami siap membantu, semua data kesalahan, kami rekam jejak digitalnya."

Tim Relawan IT BPN Prabowo-Sandi kembali menemukan ribuan kesalahan entry data dalam aplikasi Situng KPU. Angkanya jauh lebih besar dibandingkan dengan temuan sebelumnya sebanyak 9.440 kesalahan.

"Kami sangat terkejut karena hari ini saja kami menemukan 12.550 kesalahan entry data. Jumlah itu kami peroleh dari audit terhadap 190.568 TPS. Jadi kesalahannya sekitar 7 persen," kata Koordinator Relawan IT BPN Mustofa Nahrawardaya.

Kenaikan ini tambah Mustofa sangat signifikan, bahkan mengalami lonjakan yang sangat tinggi. Sebab dari audit yang dilakukan tanggal 27-29 April mereka menemukan setiap hari rata-rata terjadi 1.000 kesalahan.

Sebelumnya dari 172.174 TPS yang mereka audit, Tim menemukan sebanyak 9.440 kesalahan entry data meliputi selisih suara, jumlah suara melebihi DPT, dan jumlah suara sah tidak cocok dengan total suara.

Kesalahan tertinggi tetap didominasi Jawa Barat sebanyak 788 TPS, diikuti Sumatera Utara 740 TPS, Jawa Tengah 736 TPS, Jawa Timur 409 TPS, DKI Jakarta 361 TPS Sulawesi Selatan 252 TPS, dan Yogyakarta 154 TPS.

Dengan jumlah kesalahan yang begitu besar Mustofa mempertanyakan kredibilitas dari Situng KPU. "Kalau salah kok jumlahnya sangat besar. Apakah tidak ada sistem, maupun quality control sehingga hal itu bisa terjadi," ujarnya.

Mustofa juga mempertanyakan pernyataan Ketua KPU Arief Budiman Bahwa Situng KPU hanya untuk bahan publikasi, bukan hasil Pemilu. " Pernyataan semacam ini sangat berbahaya karena terkesan lari dari tanggung jawab," tegasnya.

Mari kita dukung, alangkah baiknya jika membentuk TIM Gabungan Pencari Fakta. Jika rezim ini berganti, alangkah baiknya pula dilakukan visum ulang pada mantan ketua KPU 2014. (utw)