#Kita Pilah : Edukasi Kelola Sampah Mulai Dari Sekolah

GAYAHIDUP- 18 April 2019 | 18:32:21 WIB | Dubaca : 195
#Kita Pilah : Edukasi Kelola Sampah Mulai Dari Sekolah

Sampah sering kali diasumsikan sebagai biang keladi masalah lingkungan. Hal ini dikarenakan masih minimnya pemahaman mengenai permasalahan sampah. Apabila sampah diolah kembali melalui kegiatan daur ulang sebagai siklus akhir sebuah material hasil
produksi, maka sampah akan memiliki nilai lebih.

Namun saat ini, daur ulang masih belum terlaksana dengan baik karena kurangnya pengelolaan sampah dari sumbernya. Untuk menanggulangi masalah tersebut, pemahaman mengenai memilah sampah dari sumbernya perlu diberikan kepada masyarakat agar kegiatan daur ulang dapat terlaksana.

Pada hari Selasa 16 April 2019, CIRCULACTION meluncurkan Program Edukasi #KitaPilah yang bertujuan untuk mengedukasi siswa-siswi agar memahami pentingnya memilah sampah.

Peluncuran ini diadakan di SDN Pulo 07 Pagi Jakarta Selatan sebagai pihak sekolah yang sbekerja sama dengan CIRCULACTION. Edukasi yang diberikan berupa penyuluhan ke setiap kelas dengan menggunakan metode pengajaran interaktif.

Selain menjelaskan pentingnya memilah sampah, CIRCULACTION juga mengajak siswa-siswi untuk membuang sampah sesuai golongannya ke Kotak Pilah, sebuah tempat sampah yang dibuat khusus untuk mendukung Program Edukasi #KitaPilah.

Pada pilot project ini, Kotak Pilah hadir dengan tiga kopartemen berdasarkan jenis kegunaan sampah, yaitu Wadah Makanan, Wadah Minuman, dan Alat Makan. Ketiganya fokus pada sampah bermaterial plastik sebagai material yang termudah untuk di daur ulang. Dengan menyortir sampah menggunakan Kotak Pilah, siswa siswi diharapkan dengan mudah memahami dan terbiasa memilah sampah sesuai kategorinya.

CIRCULACTION juga bekerja sama dengan Bank Sampah untuk mengambil sampah yang diperoleh dari Kotak Pilah. Pihak sekolah akan langsung menjadi nasabah Bank Sampah dan menerima kredit dari setiap sampah yang berhasil dikumpulkan di Kotak Pilah. Sampah yang telah diambil Bank Sampah akan ditimbang untuk mengetahui kredit yang berhasil diperoleh.

Pihak sekolah pun akan melaksanakan Hari Bawa Sampah pada setiap hari Rabu yang bertujuan untuk mengajak siswa-siswi membawa sampah dari rumah yang nantinya akan dibuang ke Kotak Pilah. Hari Bawa Sampah diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan membangun kebiasaan siswa-siswi untuk memilah sampah.

Program Edukasi #KitaPilah di SDN Pulo 07 Pagi adalah langkah awal untuk membangun kebiasaan masyarakat dalam memilah sampah. "Selama tiga tahun kedepan, kami akan membangun kerja sama dengan 4,000 sekolah atau sekitar 88% sekolah di DKI Jakarta serta lebih dari 400 Bank Sampah. Program Edukasi #KitaPilah diharapkan dapat membangun sebuah generasi yang pandai dan peduli lingkungan." Ungkap Wiratama, selaku CEO dari CIRCULACTION.

Bapak Isnawa Adji, selaku Wakil Wali Kota Jakarta Selatan yang juga Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jakarta membuka acara peluncuran ini, "Program memilah sampah sangatlah penting, mengingat TPA Bantar Gerbang sudah setinggi lebih dari 40 Meter dan akan tidak bisa menampung sampah dalam 3 tahun yang akan datang. Kami sangat mendukung program ini serta program Hari Bawa Sampah yang akan dibuat di hari Rabu karena sangat bisa memberikan edukasi tidak hanya siswa - siswi, namun juga orang tua" ujar Bapak Isnawa Adji dalam pembukaan peluncuran program #KitaPilah. (utw)